Kasus BLBI, Pemerintah Sita Sebidang Tanah Eks Bank Lippo di Pekanbaru

Kasus BLBI, Pemerintah Sita Sebidang Tanah Eks Bank Lippo di Pekanbaru
Sabtu, 28 Agustus 2021 11:30 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Pemerintah telah resmi menyita beberapa aset obligor atau debitur yang memiliki utang terhadap negara dalam bentuk Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang dicairkan pada 1998 silam. Pada Jumat (27/8), ada 49 bidang tanah seluas 5.291.200 meter persegi yang disita. Tanah itu terletak di Medan, Pekanbaru, Bogor, dan Tangerang.

"Ini aset properti eks debitur, PT Lippo Karawaci, eks Bank Lippo Group yang diserahkan ke BPPN [Badan Penyehatan Perbankan Nasional] sebagai pengurang kewajiban BLBI. Aset ini terdiri dari 44 bidang tanah dengan luas 251.992 meter persegi," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang melakukan penyitaan langsung di lokasi, Karawaci, Tangerang, Jumat (27/8).

Tanah yang disita itu sudah resmi dikuasai negara setelah Mahfud dan jajarannya memasang plang secara simbolis. Mahfud menyatakan, ini baru langkah awal, sebab masih ada seribu bidang tanah lainnya yang harus diambil alih oleh negara demi menutupi tumpukan utang-utang itu.

"Kegiatan ini langkah awal saja dalam rangka menyelesaikan hak tagih negara atas piutang negara dana BLBI, dari seluruh aset negara eks BLBI atas 1.672 bidang tanah dengan luas total lebih kurang 15.288.175 meter persegi," kata Ketua Satgas BLBI ini, melansir Gatra.com.

Mahfud menegaskan, langkah yang ditempuh masih dalam proses hukum perdata. Ini karena hubungan antara debitur dan obligor dengan negara adalah hubungan hukum perdata sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sudah inkrah. Maka dari itu, pemanggilan, penagihan, hingga penyitaan yang dilakukan saat ini sudah menjadi hak negara. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim, Pekanbaru
wwwwww