Home > Berita > Umum

Gara-gara Bangkai Harimau, Warga Pasaman Cekcok dengan Petugas BKSDA, Warga Ingin Bangkainya Dikuburkan Dekat Rumah Tokoh Masyarakat

Gara-gara Bangkai Harimau, Warga Pasaman Cekcok dengan Petugas BKSDA, Warga Ingin Bangkainya Dikuburkan Dekat Rumah Tokoh Masyarakat
Minggu, 15 Agustus 2021 15:13 WIB

PADANG, POTRETNEWS.com — Warga Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, cekcok dengan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat hanya karena bangkai harimau. Warga menginginkan bangkai harimau itu dikuburkan di dekat rumah tokoh masyarakat. Sementara petugas BKSDA ingin mengambil bangkai harimau jantan berusia 7 tahun tersebut untuk diperiksa penyebab kematiannya.

”Kita ingin memeriksa apa penyebab kematiannya. Tapi puluhan warga menolak karena ingin menguburkan di dekat rumah tokoh masyarakat setempat," kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Ardono, Ahad (15/8/2021).

Menurut Ardi, kendati petugas BKSDA sudah dikawal sejumlah aparat kepolisian, namun warga bersikukuh sehingga akhirnya petugas mengalah. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

”Kita tidak ingin bentrok. Akhirnya kita mengalah dan bangkainya dikubur juga," tutur Ardi. Ardi menyebut keinginan warga menguburkan bangkai harimau di rumah tokoh masyarakat itu karena ada anggapan jika harimau itu dibawa ke luar akan bisa mendatangkan bencana di daerah tersebut. "Tapi kita kan ingin memeriksa bangkainya. Kenapa satwa langka itu sampai mati. Apakah diracuni atau sakit tentu perlu diperiksa," jelas Ardi, melansir kompas.com .

Ardi mengatakan, peristiwa berawal pada Sabtu (14/8/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, kata Ardi, BKSDA mendapat laporan dari salah seorang Anggota DPRD Pasaman yang melihat ada seekor harimau sedang sakit. Setelah mendapatkan laporan itu, pihak BKSDA turun ke lokasi dengan membawa dokter hewan dan kandang.

Tiba di lokasi, dokter hewan sempat memberikan obat dan suntikan vitamin. Namun, karena kondisinya sudah cukup parah akhirnya harimau itu mati sekitar pukul 11.00 WIB. "Saat dokter hewan ke sana kondisi harimau itu sudah sekarat. Suhu badannya tinggi dan mengeluarkan kotoran berwarna hitam," ucap Ardi.

Pihak BKSDA, kata Ardi, bermaksud memeriksa bangkai harimau itu untuk dibawa ke klinik hewan, namun warga menolaknya. "Akhirnya terjadi perdebatan yang alot di mana juga ada petugas kepolisian. Tapi akhirnya kami mengalah," kata Ardi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengakui adanya kejadian cekcok warga dengan petugas BKSDA. "Personel kita saat kejadian memang ada disana. Memang warga ingin menguburkan bangkai itu di dekat rumah salah seseorang tokoh masyarakat," kata Satake.

Satake mengatakan setelah adanya perdebatan panjang akhirnya petugas BKSDA mengalah sehingga akhirnya bangkai harimau itu dikubur. Satake berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali. "Jika ada masyarakat menemukan satwa langka dilindungi negara, silahkan hubungi BKSDA. Itu wewenang BKSDA," pungkas Satake. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum
wwwwww