346 Desa di Riau Berstatus Desa Rawan Karhutla

346 Desa di Riau Berstatus Desa Rawan Karhutla
Rabu, 02 Juni 2021 08:17 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Sebanyak 346 desa dari 1.847 desa se Provinsi Riau ditetapkan sebagai desa rawan Karhutla. Apa itu? Begini penjelasan Wagubri. Penetapan desa rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini merupakan satu upaya yang dilakukan oleh Pemprov Riau untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan.

Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, Selasa (1/6/2021) menyampaikan bahwa langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau dalam menangani Karhutla yaitu dengan melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang rawan terhadap terjadinya kebakaran.

Edy menjelaskan bahwa dalam menanggulangi karhutla, Pemprov Riau lebih banyak mengantisipasi terhadap apa yang telah pernah terjadi pada tahun tahun sebelumnya.

"Sehingga dengan dasar itulah kita lakukan pencegahan dan ditambah lagi dengan arahan pak presiden yang kemudian dilakukan perencanaan penanganan terhadap karhutla oleh Pemprov Riau," ujarnya.

Upaya yang dilakukan supaya tetap aman dari Karhutla, karena dampak dari Karhutla sangat besar di antaranya perekonomian terhambat. Kemudian, bandara tutup dan akan sekolah sempat diliburkan karena asap yang begitu membahayakan bagi kesehatan. Edy mengatakan bahwa keberhasilan dalam menanggulangi karhutla pada tahun 2020 yaitu mengacu pada tahun-tahun sebelumnya sehingga Pemprov Riau melakukan evaluasi dan mengikuti sesuai arahan presiden.

"Inilah yang kita lakukan, evaluasi dan melaksanakan arahan presiden salah satunya untuk melakukan deteksi dini dan dengan dasar itulah kita mencoba mengambil langkah-langkah di 2020 bisa terlaksana dengan terkoordinasi," ujarnya.

Lebih lanjut Wagubri menjelaskan, penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau tentunya melibatkan berbagai pihak mulai dari TNI, Polri, Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Menggala Agni, Masyarakat peduli api dan semua tokoh dilibatkan dalam menangani masalah tersebut.

"Bahkan sesuai instruksi bapak presiden untuk melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas juga kita lakukan untuk pencegahan karhutla di Provinsi Riau," ujarnya,melansir Tribunnews.com.

"Kita laksanakan patroli secara bersama sama kemudian secara dini ada program yang kita lakukan yaitu Dashboard Lancang Kuning," ungkap Edy Natar.

Edy mengatakan, Dashboard Lancang Kuning dimotori oleh Polda Riau juga berguna untuk mengetahui titik api yang begitu muncul secara real-time. Aplikasi ini bisa memetakan posisi titik api baru tersebut berada di wilayah mana. Dengan bantuan dari Dashboard Lancang Kuning tersebut, pihaknya dapat langsung menginstruksikan kepada personil yang sudah berada di lapangan. Sehingga di seluruh wilayah yang ada di Riau berdasarkan pemetaan daerah rawan kebakaran maka sudah ada personil yang sudah siap untuk patroli setiap hari.

"Hal inilah yang membuat Riau di tahun 2020 bisa menekan tidak terjadi kebakaran yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya," tutup Wagubri Edy Natar. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Pemerintahan
wwwwww