Lihat Istri dan Sepupu Mengobrol saat Mati Lampu Suami Cemburu, Lalu Bacok Sepupu Bertubi-tubi hingga Sekarat

Lihat Istri dan Sepupu Mengobrol saat Mati Lampu Suami Cemburu, Lalu Bacok Sepupu Bertubi-tubi hingga Sekarat

Ilustrasi

Minggu, 16 Mei 2021 20:47 WIB

MUARA ENIM, POTRETNEWS.com — Lampu mati, lihat istri dan sepupu ngobrol saat suasana gelap, suami ngamuk bacok sepupu bertubi-tubi hingga sekarat, ini endingnya. Api cemburu yang memakar hati bisa berbahaya. Seperti yang dialami seorang suami di Kampung V, Desa Tebat Agung, Kelurahan Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).

Akibat gelap mata karena cemburu, ia terpaksa mendekam di sel tahanan. Orang yang dicemburui masih kerabat sendiri, yaitu sepupunya. Sang sepupu menderita luka berat hingga sekarat karena bacokan bertubi-tubi.

Awal kecemburuan hingga tuduhistri dan sepupu selingkuh lalu berujung pembacokan terjadi pada Sabtu (15/5/2021), sekitaran pukul 19.30 WIB. Peristiwa pembacokan terjadi di Kampung V, Desa Tebat Agung, Kelurahan Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).

Saat malam kejadian, pelaku yang bernama Gafi Aries (48) tiba di rumahnya. Melihat suasana rumah gelap karena lampu teras mati, timbul kecurigaan di hati Gafi. Karena merasa curiga saat melihat lampu teras rumah mati, Gafi kemudian memarkirkan sepeda motornya di pinggir jalan. Kemudian, Gafi mengendap-ngendap berjalan ke arah rumahnya.

Emosi dan rasa penasaran membuncah di hatinya ketika mendekati tempat tinggalnya. Gafi lantas memanjat tembok samping rumahnya dengan terus mengendap berjalan ke arah rumah. Emosi makin di ubun-ubun saat ia melihat dengan mata kepala sendiri sang istri sedang mengobrol berdua dengan sepupunya, Adi Apriadi (44 tahun), melansir Tribunnews.com.

Sang istri berbincang dengan sepupunya tersebut di teras rumah dalam kondisi gelap-gelapan. Melihat hal tersebut, Gafi langsung gelap mata dan menuduh istrinya sudah main serong alias berselingkuh. Gafi yang tak bisa mengendalikan emosi langsung membacok Adi menggunakan pedang yang sudah dibawanya.

Bacokan itu mengenai leher, punggung serta tangan Adi. Saat terjadi penganiayaan itu, datang kakak kandung pelaku untuk melerai. Korban bersimbah darah menahan sakit atas luka bacok dibawa ke Puskesmas Tebat Agung. Kemudian dirujuk ke RS Fadillah Kota Prabumulih untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif. Polisi yang mendapatkan laporan terkait adanya peristiwa tersebut langsung meluncur ke lokasi.

Gafi yang tampak pasrah dan masih berada di rumahnya langsung diamankan untuk pertanggung jawabkan perbuatannya. Kapolres Muaraenim,AKBP Danni Sianipar melalui Kapolsek Rambang Dangku, AKP Sofyan Ardeni membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Pelaku dan korban ini masih ada hubungan keluarga, nenek mereka dua beradik, mereka adalah sepupu, dulu korban adalah sopir kakak pelaku dan pernah nginap di rumah korban,"katanya.

Dikatakannya bahwa pelaku mengira korban dan istrinya memiliki hubungan asmara.

"Pelaku pernah bertanya kepada istrinya terkait kecurigaannya, namun istrinya menampik kecurigaan pelaku tersebut," terangnya.

"Dan saat melihat korban datang kerumahnya dan mengobrol dengan istrinya dengan kondisi lampu padam, membuat pelaku emosi dan melakukan pembacokan tersebut,"sambungnya.

Dijelaskannya, saat ini pihaknya telah mengamankan pelaku dan akan melakukan pemeriksaan terhadap istri pelaku terkait kasus tersebut.

"Korban belum kita periksa karena masih dalam perawatan intensif di rumah sakit, jika kondisi membaik, maka akan kita mintai keterangan terkait kasus tersebut,"pungkas , AKP Sofyan. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww