Suami Tiba-Tiba Bunuh Istri, padahal Baru Saja Berpelukan dengan Korban

Suami Tiba-Tiba Bunuh Istri, padahal Baru Saja Berpelukan dengan Korban

Ilustrasi

Senin, 19 April 2021 14:23 WIB

NUNUKAN, POTRETNEWS.com — Marah sang istri sering berpakaian seksi dan pergi tanpa izin, seorang suami membunuh sang istri setelah memeluknya. Tak hanya soal pakaian seksi, sang suami yang bernama Musdar (28) juga jengkel karena istrinya yang bernama Riskawati (29) juga kerap pergi tanpa izin dirinya. Usai membunuh istrinya, Musdar yang tinggal di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) ini langsung menyerahkan diri ke polisi.

Musdar suami yang bekerja sebagai buruh penombak kelapa sawit itu mengaku kepada polisi dirinya khilaf lantaran sakit hati dengan perilaku istri. Kapolsek Nunukan, Iptu Randhya Sakhtika mengatakan, pembunuhan itu berawal pada Sabtu (10/4/2021) sekitar pukul 07.00 WITA, sang istri bernama Riskawati (29) meninggalkan rumah tanpa seizin dan sepengetahuan pelaku.

Namun pada malam hari, sang istri sempat menghubungi suaminya melalui telepon seluler. Ia memberitahu sedang berada di salah satu penginapan di Nunukan. Keesokan harinya, Riskawati pulang ke rumah.

"Begitu kembali ke rumah sekira pukul 15.00 WITA, mereka sempat ngobrol berdua di dalam kamar. Suaminya sempat menasihati dia (istri) agar memberitahu jika ingin pergi ke mana-mana," kata Randhya Sakhtika kepada TribunKaltara.com, Jumat (16/04/2021) sore.

Tak hanya itu, sang suami juga menegur cara berpakaian seksinya istrinya yang menurut dia sudah berubah dari sebelumnya. Namun, sang istri justru bersikap cuek dan tak menghiraukan nasihat suaminya.

"Istrinya bahkan meminta agar suaminya menceraikan dirinya. Mendengar pernyataan istri begitu, lalu sang suami berusaha membujuknya dengan memeluk istrinya. Tapi istri malah marah-marah sambil melepaskan pelukan suami," ucapnya.

Lantaran, tak dihargai oleh sang istri, saat itu juga suaminya lalu mengambil kursi kayu dan melemparkan ke arahnya. Lemparan kursi tadi mengenai pinggang belakang istri. Lalu sang istri berlari ke arah ruang tamu dan diikuti oleh suaminya.

"Nah, waktu berada di ruang tamu, si istri langsung mengambil sebilah parang dan mengayunkan ke arah suami," ujarnya.

Randhya Sakhtika mengatakan, sang suami sempat menghindar dari ayunan parang istrinya. Begitu menghindar, suami langsung mendorong istri ke arah dinding sehingga istrinya terjatuh.

"Pada saat terjatuh, sang suami langsung merebut parang darinya dan langsung mengayunkannya ke kepala istri beberapa kali. Jadi sesuai hasil visum ada pendarahan di bagian kepala si korban. Itu yang membuatnya meninggal dunia," tuturnya, melansir Tribunnews.com.

Informasi yang dihimpun, kedua pasangan itu memiliki empat anak yang masih kecil. Saat ini keempat anak itu dititipkan pada ibu korban di Sulawesi. Mereka telah menjalani pernikahan selama 11 tahun. Sebelumnya pelaku sudah pernah melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara menampar korban.

"Jadi saat kejadian hanya mereka berdua saja di rumah. Begitu melihat istrinya sudah tidak berdaya lagi, sejam kemudian suaminya langsung keluar dari rumah dan menyerahkan diri di pos sekuriti PT NJL. Motifnya murni sakit hati," ungkapnya.

Selanjutnya, pelaku dibawa oleh sekuriti ke Pos Polisi Subsektor Sei Menggaris, Polsek Nunukan untuk diamankan. Kini pelaku diamankan di Polsek Nunukan. Terhadap pelaku disangkakan Pasal 44 Ayat (3) UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 351 Ayat (3) Jo Pasal 356 Ayat (1) KUH Pidana. Adapun barang bukti berhasil diamankan di Polsek Nunukan, yakni sebilah parang berukuran sekira 20 cm. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww