Sudah Melintasi Pekanbaru sejak 1972, Ini Sejarah Bus ALS yang belum Banyak Diketahui Orang
![]() |
PO ALS. |
JAKARTA, POTRETNEWS.com — PO ALS (Antar Lintas Sumatera) merupakan salah satu perusahaan otobus legendaris dari tanah Sumatera. Bus ini memiliki keunikan tersendiri karena ada armadanya yang mengangkut penumpang sekaligus barang di bagian atapnya. Tidak hanya itu, PO ALS juga dikenal memiliki rute perjalanan terjauh di Indonesia. Seperti apa sejarah PO ALS?
Dikutip dari situs Traveloka, PO ALS pertama kali beroperasi pada 1966 di Kotanopan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Perusahaan ini didirikan oleh H. Sati Lubis dan beberapa pendiri lainnya.PO ALS awalnya hadir dengan nama PT Pengangkutan dan Industri Antar Lintas Sumatera di Kotanopan, Mandailing Natal. Rute yang ditawarkan pun juga terbatas, yaitu trayek pulang pergi Medan-Kotanopan dan Medan-Bukittinggi, menggunakan bus Chevrolet C50.Di masa-masa awal beroperasi, dikatakan hampir semua daerah di Sumatera masih sangat sulit diakses kendaraan lantaran infrastruktur jalan yang tidak memadai. Namun, hal ini tidak menjadi hambatan, bahkan pada 1972, ALS justru menambah trayek baru untuk rute Banda Aceh, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Palembang, dan Lampung. ALS juga memindahkan kantor pusatnya ke Medan untuk memperlancar kegiatan operasional bisnis.PO ALS mencapai masa jayanya ketika Pelabuhan Merak dan Bakauheni terhubung melalui pelayaran Kapal Feri pada 1980. Dengan membuka sejumlah trayek langsung menuju berbagai wilayah di Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, ALS menjadi lebih dikenal luas masyarakat sebagai bus lintas Jawa-Sumatra.Akham Sophian

























