Kaget Lihat Ibunya Tiba-Tiba Dicekik, Adik Terpaksa Bunuh Abang Kandung di Siborongborong Sumut

Kaget Lihat Ibunya Tiba-Tiba Dicekik, Adik Terpaksa Bunuh Abang Kandung di Siborongborong Sumut

Ilustrasi

Sabtu, 13 Maret 2021 12:33 WIB

TAPANULI UTARA, POTRETNEWS.com — Seorang kakak tewas di tangan adik kandungnya sendiri, di salah satu desa di wikayah Kecamatan Siborongborong, Tapanuli Utara (Taput), Rabu (9/3/2021) malam. Sang adik nekat menghabiskan nyawa kakaknya, lantaran hendak menyelamatkan ibunya yang lebih dulu dianiaya korban.

"Pelaku dengan terpaksa membunuh kakak kandungnya sendiri, dengan menggunakan kayu," ungkap Kepala Polres Taput AKBP M Saleh lewat pesan yang disampaikan Kasubbag Humas Aiptu W Baringbing, Jumat (12/3/2021), melansir Kompas.com.

Baringbing menceritakan, kejadian itu berawal saat korban AN (34) mendatangi kediaman ibunya FT (61) di sebuah dusun di Kecamatan Siborongborong, Taput, Rabu (9/3/2021) malam. Korban datang dan masuk ke dalam rumah dengan kondisi marah tanpa sebab dan langsung mencekik leher ibunya. Saat kejadian, pelaku SN (18) adik kandung korban, juga sedang berada di dalam rumah dan berusaha melerai korban, dibantu satu orang kakaknya yang lain. Namun, pelaku tidak peduli dan malah mengeluarkan gunting yang sudah dibawanya dan diarahkan ke ibu mereka.

"Korban juga sempat hendak menusuk ibunya dengan gunting, namun sempat ditahan dan dilerai dua adiknya," ucap Baringbing.

SUN (22) yang juga saudara mereka, langsung melarikan ibunya ke luar rumah. Namun, korban terus berusaha mengejarnya. Melihat situasi itu, pelaku merasa geram, dan secara spontan mengambil sepotong kayu dari samping rumah. Dan langsung memukulkannya ke bagian kepala korban hingga terkapar.

"Korban dipukul sebanyak enam kali di bagian kepala, hingga tewas di tempat," kata Baringbing.

Adik bunuh kakak untuk selamatkan ibu, langsung menyerahkan diriPasca kejadian itu, pelaku yang sudah membunuh kakak kandungnya tidak berbuat banyak. Dia pasrah, dan langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborongborong.

"Pelaku tidak lari dan malah menyerahkan diri," ujar Baringbing.

Baringbing mengatakan, hasil interogasi terhadap pelaku dan saksi, korban dikenal selalu bersikap jahat kepada kedua orang tuanya. Sering marah-marah dan mengancam kedua orang tuanya.

"Dan ayah mereka saat kejadian sedang berada di kebun. Dan dari pengakuan pelaku serta keluarga, korban diketahui sering berbuat jahat tanpa alasan yang jelas," ungkap Baringbing. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww