LSM Lingkungan di Riau Apresiasi Gerakan Fans K-Pop yang Kritis terhadap Krisis Iklim
![]() |
Ilustrasi/INTERNET |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Fans musik asal Korea atau K-Pop mendirikan K-Pop4Planet atau K-Pop For Planet saat bertepatan dengan perayaan Hari Alam Liar Sedunia pada 3 Maret 2021. Platform ini dibuat untuk berkampanye mencegah krisis iklim.
Selain menyuarakan pencegahan krisis iklim, fans yang diperkirakan mencapai 100 juta orang, juga bertujuan untuk mendorong generasi muda lebih peduli pada pemanasan global yang menjadi masalah terbesar dunia hari ini.Gerakan ini mendapat dukungan serta apresiasi dari berbagai non-governmental organization (NGO) atau organisasi nonpemerintah (ornop) yang konsen terhadap permasalahan perubahan iklim atau pemerhati lingkungan di Indonesia (publik Tanah Air, NGO atau ornop ini populer disebut lembaga swadaya masyarakat [LSM], red). Di Provinsi Riau misalnya, dukungan muncul dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari).Jikalahari adalah sebuah organisasi berbentuk forum yang didirikan pada 26 Februari 2002 di Pekanbaru. Lembaga ini konsen memperhatikan laju deforestasi di Provinsi Riau yang hingga tahun 2002 telah mencapai pada titik sangat menghawatirkan.”Akhirnya ada fandom musik yang peduli pada penyelamatan lingkungan hidup, dan itu berasal dari anak-anak muda pula. Dan sudah benar mereka bersuara dan melawan. Sebab merekalah atau anak-anak muda yang paling terdampak dari perubahan iklim di masa depan,” kata Koordinator Jikalahari Made Ali kepada potretnews.com, Selasa (9/3/2021).Berdasarkan catatan akhir tahun Jikalahari, Made Ali menyebutkan bahwa hutan alam di Riau sejak 1982 hingga saat ini telah berkurang mencapai 5.300.183 hektar atau sebesar 78 persen dari luasan awal.

























