Saiman Pakpahan Duga Ada ”Aktor” di Balik Penunjukan Pihak Ketiga Pengelolaan Parkir di Pekanbaru
![]() |
Saiman Pakpahan, Pengamat Politik/Dosen FISIP Unri. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Kisruh soal pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru Provinsi Riau akhir-akhir ini telah menimbulkan gejolak sosial masyarakat serta menuai kritik dari beragam kalangan. Pengamat kebijakan publik, Saiman Pakpahan berpandangan dari sudut segi politik bahwa ada indikasi aktor dalam penunjukan PT Datama sebagai pihak ketiga pengelolaan parkir.
”Meskipun beredar kabar kalau Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru sudah memutuskan kontrak kerjasama pengelolaan parkir dengan PT Datama, tapi secara hitam diatas putih kontrak itu sudah selesai. Namun persoalannya di balik kontrak kerja sama itu ada aktornya. Nah... kita dari segi politik pasti melihat sisi itu,” kata Saiman Pakpahan kepada potretnews.com, Selasa (2/3/2021).Selain penunjukan pihak ketiga tersebut cacat secara prosedur hukum, Saiman juga menduga ada intervensi yang kuat dan itu berasal dari aktor yang mengajak dan menentukan kerjasama tersebut. ”Jika secara hukum cacat karena tidak terpenuhinya unsur-unsur dalam kontrak kerjasama itu, maka normanya mengatakan itu batal. Tapi kan kelihatannya ada intervensi yang kuat disini, memaksakan perusahaan itu terus maju mendapatkan kegiatan pengelolaan parkir tersebut,” ujar dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau, ini.”Mengapa sebelum ada kisruh atau gejolak Dishub sangat ngotot, kemudian setelah ada kisruh langsung diputuskan kontrak kerjasa manya? Ini kan menjadi pertanyaan dasar dan Pemkot Pekanbaru yang harus menjawab itu,” imbuhnya.Menurut Saiman, jika dalam konteks kebijakan publik seperti ini, Pemerintah Kota Pekanbaru harus melakukan uji publik terlebih dahulu. Termasuk ketika salah satu perusahaan yang ditunjuk sebagai pihak ketiga pengelolaan parkir dianggap bermasalah, maka harus ada transparansi dalam pengelolaan kebijakan tersebut.
























