Ketua Pemantau Pemilu Dikirimi Kepala Kambing dan Sepucuk Surat Bernada Ancaman Pembunuhan Jam 4.30 Pagi

Ketua Pemantau Pemilu Dikirimi Kepala Kambing dan Sepucuk Surat Bernada Ancaman Pembunuhan Jam 4.30 Pagi

Ketua KIPP Jawa Timur Novli Bernardo mendapat kiriman kantung plastik berisi kepala kambing dan berisi ancaman pembunuhan, diduga terkait pilkada Surabaya/CNN Indonesia

Senin, 07 Desember 2020 19:40 WIB

SURABAYA, POTRETNEWS.com — Teror diduga terkait Pilkada Surabaya dialami Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur, Novli Bernado Thyssen. Dia dikirimi kepala kambing dan sepucuk surat bernada ancaman pembunuhan.

Novli melihat kiriman dari orang tak dikenal itu di teras rumahnya di Surabaya sekitar pukul 04.30 WIB, Senin (7/12/2020). Kala itu, ibunya yang pertama kali menemukan sebuah kantung kresek berisi kepala kambing.

"Kejadiannya saat mama saya mau menyalakan air, pukul 04.30 WIB. Ternyata ada bungkusan di teras. Saat dilihat ternyata ada kepala kambing, lalu kemudian ada pesan di dalam kertas," kata Novli saat dikonfirmasi, Senin (7/12).

Kantung kresek berisi kepala kambing itu juga disertai sepucuk surat bertuliskan, kalau tidak mau seperti ini, jangan banyak bicara. Taman Harmoni 01.

Novli mengaku dirinya dan keluarga tidak mengetahui siapa yang mengirim bingkisan tersebut. Novli juga enggan menduga teror dilakukan oleh pihak tertentu yang tidak suka dengan sikap kritisnya terhadap penyelenggaraan Pilkada Surabaya.

"Saya sih tidak mau menuduh siapa-siapa. Mungkin karena saya terlalu vokal dalam melaporkan dugaan pelanggaran di Pilkada Surabaya 2020 ini," ucapnya, melansir cnnindonesia.com .

Novli lalu melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polrestabes Surabaya. Laporan diterima dengan nomor LP-b/127/XII/RES.18./2020/RESKRIM SPKT Polrestabes Surabaya.

"Saya melaporkannya dalam bentuk intimidasi kepada saya. Laporannya sudah diterima, tadi saya didampingi pihak kepolisian selanjutnya ke ruangan Reskrim untuk proses penyidikan," kata dia.

Diketahui, Novli pernah menyatakan mosi tidak percaya ke Bawaslu Kota Surabaya. Dia menduga Bawaslu tidak netral.

Dia bicara demikian usai laporannya terkait dugaan pelanggaran kampanye Wali Kota Surabaya Tri Rishamarini tidak digubris Bawaslu. Novli lantas mengancam mengadukan Bawaslu ke DKPP. ***/Riau

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim, Politik
wwwwww