Datangi Kantor Kejati Riau, Sekelompok Massa Desak APH Tetapkan Tajul Mudarris dan Ardiansyah sebagai Tersangka
![]() |
Massa pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi di Kantor Kejati Riau, Senin (16/11/2020) siang. |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan tekad sebagian elemen di Riau untuk mengawasi kinerja aparat hukum dalam menangani dugaan kasus korupsi.
Sejumlah massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Mahasiswa Riau Bersatu (Gemmar Bersatu) mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (16/11/2020) siang guna mempertanyakan tindak lanjut sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi, seperti di Kabupaten Bengkalis atas kasus korupsi proyek multiyears jalan Duri-Seipakning yang melibatkan menyeret Bupati (nonaktif) Amril Mukminin dengan vonis 6 tahun penjara.”Tangkap dan adili gembong koruptor di Kabupaten Bengkalis atas proyek multiyears yang kami duga banyak melibatkan aparatur negara. Kami meminta kepada aparat penegak hukum (APH) yaitu Kejati Riau dan Komisi Pemberatasan Korupsi segera menetapkan Tajul Mudarris dan Ardiansyah sebagai tersangka,” teriak salah satu Koordinator Lapangan Gemmar Bersatu, Riski Karim.Selain itu, Koordinator Umum Gemmar Bersatu, Asmin Mahdi, menyarankan Pj Bupati Bengkalis mengambil sikap dengan mencopot jabatan Ardiansyah dari kedudukannya sebagai Plt Kadis PUPR Kabupaten Bengkalis saat ini.”Seharusnya Pj Bupati Bengkalis Bapak Syahrial Abdi segera mencopot jabatan Ardiansyah sebagai Plt Kadis PUPR, karena saat persidangan Ardiansyah mengaku menerima fee atas pengerjaan proyek multiyears jalan Duri-Seipakning. Kami tegaskan, aparat penegak hukum tidak pandang bulu dalam penyelesaian kasus mega korupsi di Kabupaten Bengkalis,” tandasnya.
























