Home > Berita > Umum

Tak Pulang-Pulang untuk Mengambil Makanan, Ismail Ditemukan Sudah Membusuk di Sebuah Gubuk Perkebunan Karet Desa Gogok Kepulauan Meranti

Tak Pulang-Pulang untuk Mengambil Makanan, Ismail Ditemukan Sudah Membusuk di Sebuah Gubuk Perkebunan Karet Desa Gogok Kepulauan Meranti

Gambar hanya ilustrasi/INTERNET

Kamis, 29 Oktober 2020 13:16 WIB
MERANTI, POTRETNEWS.com — Beberapa hari pulang, seorang warga Desa Gogok Darussalam Kabupaten Kepulauan Meranti Riau ditemukan sudah membusuk di sebuah gubuk di areal kebun karet Jalan Air Gemuruh, Kecamatan Tebingtinggi Barat, kabupaten yang sama, Selasa (27/10/2020) malam.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito kepada mengatakan mayat laki-laki tersebut ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB. Korban dijelaskannya bernama Ismail (44) warga Desa Gogok Darussalam.

Dijelaskan eko pada hari Selasa (27/10/2020) kira-kira pukul 17.30 WIB adik korban yang bernama Mahasin disuruh oleh ibu korban yakni Supiah untuk mencari keberadaan korban yang sudah 5 hari belum pulang ke rumah.

”Mengetahui hal tersebut, adik korban Mahasin langsung mencari korban ke dalam perkebunan karet yang letaknya di belakang rumah korban," ungkap Eko.

Dijelaskannya pula sebelumnya korban diketahui masuk kedalam perkebunan karet tersebut. Setelah masuk ke dalam perkebunan karet, adik korban melihat sebuah gubuk. Kemudian Mahasin mengecek gubuk tersebut dan melihat korban dengan posisi tertidur di alaskan bambu dengan tidak mengenakan baju. Di sekitaran penemuan juga sudah menimbulkan bau busuk menyengat.

Setelah diperiksa oleh Mahasin ternyata Korban sudah meninggal. "Mengetahui hal tersebut korban langsung keluar dari perkebunan karet dan memberitahukan kejadian tersebut ke keluarga korban dan melaporkan kepada Pihak Kepolisian Polsek Tebing Tinggi Barat," ujar Eko, melansir tribunnews.com.

Pihak kepolisian lalu melakukan olah TKP, mencatat saksi-saksi, lalu melakukan visum et repertum (VER) jenazah di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti.

Berdasarkan keterangan hasil visum Eko mengatakan korban diduga kuat mengalami gangguan kejiwaan sejak di tinggal oleh istrinya sehingga yang bersangkutan hidup menyendiri di kebun karet yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah korban.

"Setiap malam pukul 22.00 WIB korban keluar dari kebun kembali ke rumah untuk mengambil makanan, namun sudah 5 belakangan korban tidak keluar dari kebun untuk mengambil makanan," ujarnya.

Selain itu berdasarkan keterangan tim dokter RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti dari hasil VER pada jenazah tidak ditemukan tanda kekerasan pada korban. Eko mengatakan keluarga telah membuat surat pernyataan tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

"Saat ini jenazah sudah dikembalikan kepada pihak keluarga dan terhadap permasalahan tersebut di atas pihak keluarga menerima dengan ikhlas serta tidak akan menuntut dikemudian harinya dengan menandatangi surat pernyataan tidak dilakukan autopsi," pungkas Kapolres Eko. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum, Meranti
wwwwww