Beraksi Dini Hari secara Diam-Diam, 83 Pohon Pelindung di Kota Pekanbaru Ditebang demi ”Lindungi” Papan Reklame
![]() |
Sebagian pohon yang ditebang di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru karena dianggap menutup usaha papan reklame/KOMPAS.com |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Kasus penebangan 83 pohon pelindung di Kota Pekanbaru, Riau berhasil diungkap polisi. Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat orang itu adalah JW, MA, RP dan RA. Mereka disangkakan pasal tindak pidana perusakan bersama-sama.
Empat pelaku melakukan penebangan pohon penghias ruas jalan menuju pusat kota pada Ahad (11/10/2020) dini hari secara diam-diam. Pohon-pohon tersebut berada di Jalan Tuanku Tambusai, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Adapun, jumlah pohon yang ditebang sebanyak 83 batang. Beberapa di antaranya adalah pohon Glogokan Tiang dan Tabebuya. Penebangan pohon tersebut tanpa mengantongi izin dari dinas.”Mereka memotong pohon itu pada waktu dini hari, tanpa izin dari Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Pekanbaru," kata Kapolsek Bukitraya AKP Arry Prasetyo.Ditebang karena tutupi reklameArry menjelaskan, penebangan dilakukan lantaran pohon-pohon itu dianggap menutupi papan reklame. Pengelola reklame yang berinisial JW kemudian menyuruh tiga orang untuk menebang pohon.”Tersangka JW merupakan pengelola papan reklame. Yang bersangkutan menyuruh tersangka MA, RP dan RA untuk menebang pohon di median Jalan Tuanku Tambusi," ujar dia, melansir kompas.com.
Akham Sophian

























