PotretNews.com Sabtu 24 Oktober 2020
Home > Berita > Inhu

Masih Berusia 25 Tahun, Niarti Habiskan Masa Remaja di Pedalaman Riau demi Entaskan Puluhan Buta Aksara

Masih Berusia 25 Tahun, Niarti Habiskan Masa Remaja di Pedalaman Riau demi Entaskan Puluhan Buta Aksara

Niarti (25) mengajarkan puluhan anak-anak dan ibu-ibu di pedalaman Riau (Selasa, 13/10)/ISTIMEWA

Rabu, 14 Oktober 2020 16:56 WIB
Akham Sophian

INDRAGIRI HULU, POTRETNEWS.com — Melihat Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS tahun 2018, jumlah penduduk buta aksara turun menjadi 3,29 juta orang, atau hanya 1,93 persen dari total populasi penduduk. Pada tahun 2017, jumlah penduduk buta aksara tercatat 3,4 juta orang.

Penuntasan buta aksara terus ditekan baik peran dari Pemerintah maupun Lembaga Sosial Masyarakat. Salah satunya adalah sosok Niarti (25), terus berupaya mencerdaskan anak bangsa di wilayah pedalaman Riau. Salah satu penerima manfaat beasiswa Dompet Dhuafa Cabang Riau itu, mengajar 30 Anak-anak di Dusun Nunusan, Desa Rantaulangsat, Kecamatan Batanggansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Kemudian hal lain yang juga luar biasa dilakukan oleh Niarti adalah ia juga mengajar aksara untuk Ibu-ibu di sana. Terhitung ada 10 orang Ibu-ibu yang terdaftar dan selalu belajar. Niarti lah yang memperjuangkan sesuatu di pedalaman tersebut.

”Bukan anak-anak saja yang yang butuh belajar, saya kira Ibu-ibunya juga butuh pengetahuan,” ucap Niarti, dengan kesederhanaannya.

”Mengajar baca-tulis kepada para ibu-ibu yang buta aksara disana, Niarti lakukan setiap dua kali pertemuan dalam satu pekan. Tetapi karena masa pandemi Corona (Covid-19), kini hanya terlaksana pada setiap hari Kamis siang saja,” lanjut Niarti melalui keterangan tertulis yang diterima potretnews.com, Rabu (14/10/2020).

Para ibu-ibu bersemangat mengikuti pelajaran dan mereka pun senang belajar. Sorai canda-tawa tentu menghiasi ruang kelas mereka. Sebab, terbata-bata mengeja kata demi kata menjadi jenaka dibuatnya. Jemarinya juga keras kala menuliskan angka dan huruf di kertas maupun di papan tulis.

”Keringatku bercucuran kalau belajar menulis dan membaca. Tapi kalau menebas di kebun enteng saja itu,” sebut salah satu ibu yang ikut belajar aksara.

Berkebun sudah menjadi keahlian sejak kecil bagi Ibu-ibu di Dusun Nunusan. Tetapi untuk membaca dan menulis merupakan hal baru nan sulit bagi mereka. Namun semangatnya hadir, senada dengan kegigihan Niarti dengan harapan mulia dan sederhananya. Jika para ibu-ibu bisa baca-tulis, mereka akan menerima ilmu pengetahuan lain, maka generasi penerus juga bisa belajar dari sang ibunya. ***

Kategori : Inhu, Umum
wwwwww