Home > Berita > Umum

Seorang Diri Tur Naik Motor Susuri Jalur Barat Lintas Sumatra, Warga Bintan Kepri Berusia 50 Tahun Ini Tempuh Ribuan Kilometer

Seorang Diri Tur Naik Motor Susuri Jalur Barat Lintas Sumatra, Warga Bintan Kepri Berusia 50 Tahun Ini Tempuh Ribuan Kilometer

Ahmad Farit tur seorang diri susuri jalur Barat Lintas Sumatra/KEPRI.tv

Selasa, 13 Oktober 2020 08:15 WIB

TANJUNGPINANG, POTRETNEWS.com — Ahmad Farit warga Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tepatnya di kijang Kecamatan Bintan Timur susuri jalur barat lintas Sumatra. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka tur jalur barat lintas Sumatra menggunakan sepeda motor dalam rangka jelajah alam Indonesia.

Dengan kondisi umur (50) ternyata tidak menyurutkan langkah Ahmad Farit untuk melakukan perjalanan darat yang penuh tantangan. Dimulai dari Bintan, Batam, duri, Dumai, Pekanbaru, Jambi Padang, Medan dan Aceh perjalanan tersebut ditempuh 14 hari olehnya untuk kembali lagi ke Bintan. Kegiatan tur seorang diri yang menempuh jarak ratusan kilometer tersebut menambah sejuta cerita yang indah.

”Touring lintas barat Sumatra ini merupakan kali pertama bagi saya seorang diri. Dengan menggunakan motor. Kegiatan ini memberikan kesan yang nyaman dan indah yang saya rasakan. Bagi saya, 6 Provinsi yang telah saya tempuh memberikan kepuasan tersendiri untuk terus memacu laju kendaraan yang saya tunggangi, demi meilhat dan merasakan indahnya indonesia,” tutur Farit, melansir kepri.tv.

Dalam setiap perjalanan Farit mengatakan, setiap jalur yang dilalui selalu menawarkan keindahan. Sebut saja, kilometer nol dari Sumatra Barat dan jalan kelok sembilan, menyimpan pemandangan yang indah yang dapat menambah khazanah wawasan keindahan yang luar biasa kagumnya, pada sang pencipta atas keindahan bumi Indonesia.

”Perjalanan ini menempuh jalur yang penuh tantangan, dengan trek yang turun naik berkelok-kelok tajam dibeberapa tempat para pencinta touring mesti waspada dan berhati-hati, namun di situlah letak keindahan dan petualang ekspedisi touring sesungguhnya. Bagi kebanyakan orang, kegiataan ini adalah hal yang konyol. Dari Bintan naik motor berkilo-kilo hanya untuk touring. Namun bagi saya, inilah sebuah sejarah yang harus diukir, untuk kesenangan ketenangan dan kemerdekaan fikiran bagi jiwa seorang petualang,” ujarnya. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id