Istri ”Bang Toyib” Diduga Dalangi Pembunuhan Selingkuhan lantaran Cemburu Ketahuan Pacaran Lagi dengan Pria Lain

Istri ”Bang Toyib” Diduga Dalangi Pembunuhan Selingkuhan lantaran Cemburu Ketahuan Pacaran Lagi dengan Pria Lain

Ilustrasi/INTERNET

Sabtu, 10 Oktober 2020 18:23 WIB

BEKASI, POTRETNEWS.com — Asmara terlarang wanita bersuami berinisial D (25) dengan dua pria berujung maut. Polisi berhasil mengungkap perilaku si perempuan yang diduga menjadi dalang pembunuhan pria berinisial S (30) di Cikarang Selatan, Bekasi pada 12 Juni 2020.

Ternyata D merupakan wanita yang gemar menjalin asmara dengan pria. Buktinya wanita tersebut telah memiliki suami. Lantaran suaminya yang bertugas di Surabaya Jawa Timur, jarang pulang atau jadi ”Bang Toyib”, maka D pun berselingkuh dengan pria berinisial S (30).

Pria berinisial S ini merupakan kekasih D sejak SMP dan terus menjalin asmara meski D sudah memiliki suami. Pria berinisial S tersebut merupakan pengangguran.

Walaupun sudah menjalin asmara dengan S, wanita tersebut juga berpacaran dengan laki-laki berinisial N. Pria berinisial N ini tinggal di Desa Suka Sejati, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Hal tersebut terungkap dari pemeriksaan yang dilakukan Polres Metro Bekasi.

”Suaminya D ini jarang pulang karena dia ditempatkan kantornya untuk berdinas di Surabaya. Mungkin pulangnya hanya 3 bulan sekali, karena jauh," kata Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Sukadi saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2020).

Malansir tribunnews.com, Kompol Sukadi menceritakan bahwa wanita berinisial D baru berpacaran dengan N tiga bulan lamanya.

Kronologis Pembunuhan
Sebelumnya, S dibunuh oleh N yang dibantu temannya IT sebagai eksekutor. Awalnya, S merasa cemburu lantaran D ketahuan berpacaran dengan N.

S kemudian mengkloning aplikasi percakapan singkat D ke dalam gawainya sehingga percakapan antara D dan N juga terlihat di layar HP pribadi miliknya.

Ia kemudian mengancam D akan memberikan tangkapan layar percakapan keduanya kepada suami D yang berada di Surabaya. S juga memeras D agar mau membayarkan uang Rp3,5 juta sebagai imbalan untuk merahasiakan hal tersebut. D yang tertekan kemudian menceritakan pemerasan yang dialami kepada pasangan gelapnya yang lain, berinisial N.

Kemudian disepakati bahwa N akan membunuh S dibantu oleh IT pada 12 Juni 2020 lalu.

Setelah membunuh S, N kabur ke Bandung berbekalkan uang yang diberikan oleh tersangka lain berinisial DE yang merupakan kerabat D. Polisi mengamanka para tersangka di lokasi yang berbeda.

N diamankan di Kabupaten Bandung Selatan, sementara D dan DE diamankan di kawasan Cilengsi, Kabupaten Bogor. ***/Riau

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Hukrim
wwwwww
www.amsi.or.id