Kasus Covid-19 di Riau Melejit karena Koordinasi Pemprov dengan Pemkot/Pemkab Lemah
![]() |
Anggota Komisi IV DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat/ISTIMEWA |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Jumlah pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19 yang terus melonjak di Provinsi Riau menjadi perhatian khusus Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat.
Dia mengaku heran mengapa pemerintah provinsi (pemprov) hingga kini belum ada upaya terintegrasi dan komprehensif dalam mengantisipasi serta menanggulangi pandemi covid-19 di negeri berjuluk Bumi Lancang Kuning.”Kalau saya analisa, penyebab (melejitnya kasus Covid-19, red) karena koordinasi lintas pemerintahan otonomi di Riau lemah. Salah satu bukti tidak adanya program terintegrasi antara pemerintah kota/pemerintah kabupaten [pemkot/pemkab] dengan pemprov. Misalnya, kebijakan tes swab massal. Kota Pekanbaru kan saat ini adalah episentrum dari pandemi covid-19, namun mengapa Pemprov Riau tidak melakukan tes swab massal di Kota Pekanbaru dan selanjutnya akan diikuti oleh kabupaten/kota lainnya. Lalu, keluarga pasien yang terkonfirmasi positif Covid- 19 harus juga dilakukan tes swab guna memantau penyebaran virus corona,” tandasnya kepada potretnews.com, Kamis (24/9/2020).Selain menyoroti soal tadi, Ade Rahmat Hartati juga menilai pemprov tidak memiliki perencanaan atau langkah antisipasi dalam upaya mengatasi penyebaran Covid-19 di Riau.”Pemprov Riau tidak punya perencanaan serta langkah antisipasi dalam menghadapi pendemi ini. Banyak program yang dilakukan tidak konsisten dan berkesinambungan (sporadis), semisal bagi-bagi masker yang hanya dilakukan pada kondisi-kondisi tertentu,” ucap politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
























