Pendapatan Babak Belur Dihantam Corona, Ibu Rumah Tangga di Desa Hajoran Labusel Ubah Daun Sawit Menjadi Rupiah
![]() |
Alvi tengah mengikis daun sawit menjadi lidi/ISTIMEWA |
LABUSEL, POTRETNEWS.com — Sejak dikonfirmasikan kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada Maret lalu, hampir seluruh sektor terdampak, tidak hanya kesehatan. Sektor perekonomian juga turut merosot drastis.
Pengusaha sawit dan karet di Desa Hajoran, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatra Utara (Sumut) juga mengalami penurunan harga yang drastis ketika awal dinyatakannya Covid-19 yang memasuki Indonesia.Ibu rumah tangga (IRT) bernama Alvi mengatakan, semenjak mulai turunnya harga sawit dan karet, pemasukan keuangan keluarganya semakin menipis. Sehingga ia berinisiatif untuk menambah pemasukan hariannya dengan mengolah daun sawit, membersihkan daun sehingga menjadi lidi dan dijual.”Dari pagi sekitaran jam 9 pagi sampai jam 5 sore khusus untuk mengambil daun sawitnya. Untuk bagian mengikis lidinya, butuh waktu sampai 1 mingguan paling lama," tutur Alvi kepada potretnews.com, Sabtu (19/9/2020).Dalam sepekan, Alvi dapat menghasilkan 16 sampai 27 kilo. Harga yang ditawarkan oleh tokenya bisa mencapai Rp 2.300 ribu per kilo. Dengan pendapatan segitu, ia merasa cukup puas dengan hasil yang didapatkan.
























