Usul Pilkada 2020 Ditunda, Perludem Ingatkan KPU: UU yang Digunakan Sekarang Masih Mengatur Situasi Normal
![]() |
Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati/ISTIMEWA |
PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengusulkan penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lantaran semakin meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia dan berpotensi menjadi klaster baru.
Pendapat itu dikemukakan Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati menjawab potretnews.com menanggapi sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memperbolehkan kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya dan konser musik pada saat kampanye sebagaimana diatur dalam Pasal 63 ayat 1 Peraturan KPU (KPU) Nomor 10 Tahun 2020.KPU berdalih ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada, sehingga PKPU Nomor 10 Tahun 2020 mengikuti aturan tersebut.Namun menurut Khoirunnisa Nur Agustyati hal ini memang ada masalah di UU Pilkada. Dia tak menampik (di dalam UU Pilkada) ketika situasi normal kampanye tatap muka/rapat umum dengan mengadakan kegiatan seperti konser diperbolehkan.”Perlu diingat dan dicatat, UU Pilkada yang digunakan saat ini masih mengatur pilkada dalam situasi normal. Sehingga teknis penyelenggaraannya seperti tahapan dan metode kampanye diatur masih dalam situasi normal. Saat ini kan kondisinya berbeda. Sekarang kita sedang dalam kondisi sangat memprihatinkan dengan adanya pandemi Covid-19,” kata Khoirunnisa Nur Agustyati, Sabtu (19/9/2020).
























