PotretNews.com Sabtu 19 September 2020
Home > Berita > Siak

Waris Kesultanan Siak Bicara Kiat Pertahankan Eksistensi Melayu di Tengah Arus Global

Waris Kesultanan Siak Bicara Kiat Pertahankan Eksistensi Melayu di Tengah Arus Global

Ilustrasi/INTERNET

Senin, 14 September 2020 21:16 WIB
Rida Widi Anty

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Tidak bisa dipungkiri bahwa Melayu identik dengan Islam. Bagi orang Melayu, nilai budaya dan norma-norma sosial masyarakat haruslah mengacu pada ajaran Islam.

”Nilai-nilai keislaman sudah pasti melekat pada diri orang Melayu. Dengan begitu, tanpa kita sadari kita sudah menjaga budaya Melayu tersebut,” kata tokoh muda Riau asal Kabupaten Siak, Tengku Bongsu Syed Ariev, melalui sambungan telepon, Senin (14/9/2020).

Sebagai tokoh muda negeri berjuluk Bumi Lancang Kuning dan menjadi salah satu sumber rujukan buku Destar Alam Melayu yang ditulis Johan Iskandar (Malaysia), potretnews.com meminta pandangan Tengku Bongsu Syed Ariev mengenai kiat mempertahankan eksistensi Melayu di tengah arus global.

Pria yang akrab disapa Ariev ini menguraikan, jika kita tinggal di wilayah Melayu maka kita terbiasa dengan lingkungan, adat maupun prilaku budaya melayu. Menurut dia, budaya Melayu sangat khas, baik dari segi pakaian dan seni-seni lainnya.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/15092020/potretnewscom_hjn3v_1957.jpgTengku Bongsu Syed Ariev/ISTIMEWA

Sedangkan dalam konteks yang lebih luas, sambung salah satu waris Kesultanan Siak Sri Inderapura ini, adalah dengan menjaga khazanah melayu zaman ke zaman seperti seni musik, seni tari dan khususnya sejarah lintas negara.

”Menjaga tanpa melestarikan/memelihara akan sia-sia. Saya lebih berfokus kepada generasi muda karena generasi muda sebagai peneraju seterusnya. Seperti sekarang ini maraknya Dester Alam Melayu. Dalam budaya Melayu, dester adalah identitas bangsa melayu. salah satunya tanjak (tanah yang dipijak) seperti dititahkan oleh pemangku Sultan Pahang, baru-baru ini. Alhamdulillah saya berbangga hati sebagai generasi muda mampu menyemarakkan ini,” tuturnya.

Dia berpendapat, mengimplementasikan eksistensi budaya Melayu berarti menunjukkan sesuatu yang khas akan budaya Melayu. Hal ini akan dianggap sebagai salah satu tindakan yang menunjukkan bahwa budaya Melayu itu memang dipertahankan.

”Selain itu, lewat seni musik dan seni tari saya bersama Tuan Guru Ustaz Abdul Somad berupaya menjadikan agar budaya Melayu bisa eksis. Dalam channel Youtube beliau berbincang mengenai Muzik dalam Kehidupan bersama tetamu jemputan Datuk Ramli Sarip dan S Amin Shahab lagenda musik Melayu dan Singapura,” ucap Tengku Bongsu Syed Ariev.

Anak muda yang menguasai empat bahasa asing ini juga menyinggung pemakaian destar di zaman sekarang, yang seharusya tetap melihat adab dan adat istiadat. Seperti; berdestar sehari hari/bertandang, berdestar dalam kemangkatan sultan dan pembesar, serta berdestar majelis adat istiadat.

”Seni tari dan seni musik juga sering dipertunjukkan dalam acara acara besar di budaya Melayu. Tujuannya semata-mata untuk memartabatkan seni musik dengan nilai-nilai keislaman. Itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai bangsa Melayu,” pungkas pria yang selama ini bermukim di Malaysia. *1

       
        Loading...    
           
Kategori : Siak, Umum
wwwwww