PotretNews.com Kamis 24 September 2020
Home > Berita > Umum

Gerak Satgas Penanganan Covid-19 Riau Dinilai Lamban, Penularan Corona Semakin Parah, IMM Usulkan Karantina Wilayah

Gerak Satgas Penanganan Covid-19 Riau Dinilai Lamban, Penularan Corona Semakin Parah, IMM Usulkan Karantina Wilayah

Ketua DPD IMM Riau Muhammad Aulia Zia/ISTIMEWA

Senin, 14 September 2020 19:25 WIB
Akham Sophian

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Riau mengkritik kinerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang tidak cepat menangani penyebaran virus corona di wilayah ini.

Dalam pandangan IMM, lambannya penanganan satgas provinsi yang langsung dipimpin Gubernur Riau Syamsuar membuat persebaran virus corona meningkat drasti dan mengantarkan negeri berjuluk Bumi Lancang Kuning menduduki peringkat ke-5 di Indonesia.

”Akibatnya, angka kematian meningkat. Terhitung 13 September pasien meninggal di Provinsi Riau berjumlah 70 orang. Saya beserta jajaran pengurus dan kader IMM daerah ini menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Saudara-Saudara kami warga Riau akibat virus corona,” kata Ketua DPD IMM Riau Muhammad Aulia Zia, Senin (14/9/2020).

Melalui keterangan tertulis yang diterima potretnews.com, Aulia Zia menyampaikan keprihatinan karena pasien yang dinyatakan terjangkit Covid-19 bukan hanya dari golongan masyarakat biasa, tapi juga dari kalangan pejabat dan publik figur, di antaranya; Bupati Rokan Hilir Suyatno, Ketua KPU Provinsi Riau Ilham Muhammad Yasir, dan Rektor Universitas Islam Riau Prof Syafrinaldi.

Menurut dia, hal tersebut memperlihatkan bahwa tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 tidak mampu diorganisir dengan tepat dan cermat oleh satgas.

Selain itu dia menyinggung soal anggaran penanganan Covid-19 yang dinilainya tidak transparan dan akuntabel. ”Seharusnya disampaikan ke publik secara utuh dan informatif,” tandasnya.

Persoalan bantuan untuk masyarakat yang hingga saat ini juga belum mampu di distribusikan dengan baik juga disoroti IMM Riau. IMM menilai hal itu mengisyaratkan komunikasi yang buruk di internal pemerintah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, khususnya antara Pemprov Riau dan Pemkot Pekanbaru.

”Seharusnya kita harus memiliki narasi dan tindakan yang sejalan bersama mengatasi persebaran Covid-19, bukan malah sibuk mengurusi paslon yang maju di pilkada mendatang,” tukasnya, sembari menyebut hingga saat ini upaya yang dilakukan terkesan tidak sampai ke publik, yang terdengar hanya informasi peningkatan pasien tertular corona.

Khawatir kasus positif semakin tak terkendali, kata dia lagi, Badan Pengurus Harian DPD IMM Riau menyarankan Pemprov Riau melakukan karantina wilayah untuk menghentikan persebaran Covid-19.

”Kondisi ini sangat mencemaskan. Jangan lagi ditunda karena kalau dibiarkan, kasus positif Covid akan terus meningkat dan semakin banyak korban meninggal. Segera kucurkan kompensasi lalu terapkan karantina wilayah,” tandasnya.

Pada bagian lain IMM Riau mengingatkan agar berbagai kelompok masyarakat yang merasakan dampak Covid-19 diperhatikan secara serius. ***

       
        Loading...    
           
Kategori : Umum
wwwwww