Menilik Jejak Bung Karno, Agus Salim, dan Sjahrir di Parapat lewat Foto-Foto
Bung Karno dan KH Agus Salim berjalan di tepian Danau Toba/INTERNETPARAPAT, POTRETNEWS.com — Jejak perjuangan sang Proklamator Bung Karno dan beberapa tokoh pendiri bangsa lainnya, hingga kini masih bisa disaksikan di berbagai tempat, salah satunya di Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
Di kawasan itu, misalnya, hingga kini masih ada rumah pengasingan Ir Sukarno (pupuler disebut Istana Presiden atau Pesanggrahan Presiden, red) yang lokasinya persis di bibir Danau Toba. Dari rumah tersebut ada terowongan sepanjang tiga kilometer menuju perbatasan kota.Rumah dan terowongan itu dibangun oleh Belanda pada tahun 1820. Di atas lahan dua hektare, rumah bergaya Eropa berukuran 10 x 20 meter yang dikelilingi taman.
Rumah pengasingan Bung Karno, KH Agus Salim, dan Sutan Sjahrir yang populer disebut Istana Presiden atau Pesanggrahan Presiden.”Rumah ini menjadi saksi bisu sejarah, bagaimana Bapak (Bung Karno, red) bersama Haji Agus Salim, dan Sjahrir diasingkan," kata Nizam (45), penjaga pesangerahan Bung Karno, beberapa waktu lalu dilansir dari lampost.co.
Gambar kiri; Bung Karno bersama H Agus Salim saat menjalani pengasingan di Parapat (1949). Kanan; tempat pengasingan masih terawat baik hingga kini.Parapat juga adalah sebuah kota kecil yang terletak di tepian Danau Toba. Kota ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Simalungun. Parapat merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Sumatera Utara.Dari kota bersejarah ini, bagaimana pesiden pertama itu mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada Agresi Militer II. Pada akhir Desember 1948, tiga pemimpin RI yakni Bung Karno, Haj Agus Salim, dan Sjahrir dibuang ke Sumatera Utara. Awalnya mereka ditempatkan di Berastagi. Namun tidak lama kemudian, ketiganya dipindahkan ke Parapat.
Bung Karno dan Haji Agus Salim bersama dua orang penjaga.Masih menurut Nizam, hingga akhir Januari 1949, Bung Karno dipindahkan ke Pulau Bangka. Dia kembali bertemu Bung Hatta. Wakil Presiden pertama ini juga diasingkan oleh Belanda ke Pulau Timah.Dari rumah pengasingan Bung Karno ini juga, terlihat beberapa lukisan, perabotan rumah, kursi yang dulu dipakai masih terawat. Megawati Soekarnoputri pernah menginap di rumah ini. Bahkan Presiden ke-5 ini, menempati kamar sang ayahnya, Bung Karno.
Sutan Sjahrir (pakai rompi), Bung Karno (Sukarno), dan Haji Agus Salim bersiap-siap dipindahkan dari Rumah Tahanan Brastagi ke Parapat, pada 1 Januari 1949.Yang jelas, rumah pengasingan Bung Karno ini masih berdiri megah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utaramenjadikan rumah bersejarah itu sebagai mess pemda. ***/RiauEditor:Akham SophianSumber Foto:
Berdikarionline.com & merdeka.com
























