Gharim Musala Asal Kepulauan Meranti Jadi Pemuncak Yudisium Fasilkom Unilak

Kamis, 23 Juli 2020 12:37 WIB
Muhamad Maulana
igharimi-musala-asal-kepulauan-meranti-jadi-pemuncak-yudisium-fasilkom-unilakEdi Kurniawan menerima penghargaan dari Dekan Fasilkom Fajrizal SP MKom.

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Semangat juang dalam menempuh pendidikan dan mimpi untuk meraih gelar sarjana ditunjukkan oleh Edi Kurniawan. Bagaimana tidak, putra asal Pulau Rangssang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau ini berhasil menjadi pemuncak yudisium Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Lancang Kuning (Unilak).

Gemuruh tepuk tangan menggema saat namanya menjadi yang pertama dipanggil maju ke depan panggung untuk disematkan gelar oleh Dekan Fasilkom Fajrizal SP MKom dalam sidang senat terbuka Yudisium XX Fasilkom Unilak, di Hotel Pangeran Pekanbaru, Riau, Kamis(23/07/2020).

Dengan menggunakan baju Melayu lengkap dengan songket dan tanjak Edi tampak bahagia. Terlebih saat pihak fakultas memberikan penghargaan sebagai pemuncak. Edi Kurniawan menempuh pendidikan selama 3 tahun 6 bulan di Unilak. Memilih jurusan Teknik Informatika, dia meraih IPK nyaris sempurna yaitu 3, 94.

Ditemui usai yudisium, dia mengaku tidak menyangka bisa jadi pemuncak yudisium. Sejak awal kuliah alumni SMA Pemda Pranggas ini tidak menargetkan menjadi pemuncak, tetapi hanya fokus belajar.

Dia bercerita, selama kuliah dirinya jauh dari orang tua yang tinggal di Kepulauan Meranti. Ayahnya adalah seorang petani, dan sang ibu beraktivitas mengurus rumah tangga. Sejak awal kuliah dia tinggal di Musala Umar bin Khattab sebagai gharim.

”Alhamdulillah selama kuliah saya mendapat beasiswa dari Pemerintah Provinsi Riau. Sejak awal tidak ingin membebani orang tua. Saya ucapkan terima kasih kepada Pemprov Riau yang memberikan beasiswa,” tuturnya.

Dia juga menyebut, selama kuliah dirinya merasa terbantu karena dosen proaktif memberi bimbingan terutama saat menyelesaikan tugas akhir.

”Kebiasaan saya sejak kuliah selalu belajar setiap setelah Salat Subuh dan setelah Magrib, walaupun cuma sebentar tapi saya lakukan terus menerus. Gelar ini saya persembahkan untuk orang tua saya,” ujar Edi, anak nomor dua dari 7 bersaudara ini.

Sementara itu, pemuncak yudisium dari Program Studi Sistem Informasi diraih oleh Irma HF Panjaitan dengan IPK 3,89. Yudisium ini diikuti oleh 75 orang dengan rincian jurusan teknik informatika 49 orang dan sistem informasi 26 orang. Rektor Unilak, Dr Junaidi SS MHum mengucapkan selamat kepada 75 mahasiswa Fasilkom yang meraih gelar sarjana. Gelar sarjana komputer dirasakan sangat tepat di masa ini, di masa Covid-19 perkembangan teknologi begitu cepat.

”Kami mendoakan lulusan berkarier baik, dan bagi yang belum kerja mendapatkan kerja. Carilah dan baca peluang peluang yang bisa dikerjakan, yang penting jangan menyerang, setiap krisis ada kesempatan, saya yakin lulusan Fasilkom Unilak mampu bersaing di dunia kerja. Di saat ini, dunia digital begitu cepat, dan di masa Covid kita bisa rasakan dunia digital masuk ke segala ruang ruang, ada seminar online, rapat online, dan lain-lain,” ujar rektor.

Dijelaskan rektor bahwa dalam bekerja yang membedakan setiap lulusan adalah etos kerja, personality (karakter), dan daya saing. Oleh karena itu, dia mengingatkan calon wisudawan melakukan pekerjaan harus dengan semangat pantang menyerah, daya juang tinggi, dan totalitas.

”Personality ini akan berkaitan etika bertutur kata, etika berpakaian, akhlak, kesantunan, dan terakhir harus tekun. Ketekunan akan membuat hasil dan kesuksesan,” pungkasnya.

Hadir dalam pelaksanaan yudisium XX ini jajaran Wakil Dekan Fasilkom, kaprodi, dosen, alumni, dan mitra fakultas. Sebelum pelaksanaan acara dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, dan seluruh undangan wajib menggunakan masker. ***

Kategori : Pekanbaru, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id