Home > Berita > Riau

Setelah 30 Tahun Baru Kali Ini Seorang Danrem Datang Berkunjung, Veteran Berusia 90 Tahun di Riau Menangis Haru

Setelah 30 Tahun Baru Kali Ini Seorang Danrem Datang Berkunjung, Veteran Berusia 90 Tahun di Riau Menangis Haru

Pejuang Syaidina Ali saat dikunjungi Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI M Syech Ismed dan istri/ISTIMEWAPejuang Syaidina Ali saat dikunjungi Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI M Syech Ismed dan istri/ISTIMEWA

Senin, 20 Juli 2020 15:03 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Syaidina Ali tak kuasa membendung tangis haru saat Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI M Syech Ismed melakukan kunjungan ke rumah Syaidina Ali dan memberi hormat serta menyalaminya.

Kakek ini merupakan seorang veteran yang tinggal di Perumahan Wadya Graha I, Blok N nomor 9, RT03/RW09 Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Dalam posisi duduk di bangku teras rumahnya, Syaidina Ali pun membalas hormat kepada jenderal bintang satu ini. Dalam kegiatan Bakti Sosial Korem 031/Wirabima, danrem mengajak pria berusia 90 tahun itu berbincang. Dengan rasa haru dan air mata berlinang, Syaidina Ali sesekali memegang sang jenderal. ”Pendengaran saya tidak lagi jelas,” katanya kepada danrem.

Brigjen Syech Ismed membahas sedikit perjuangan Syaidina Ali pada masa lalu. Ia juga mendapat bantuan sembako yang diberikan langsung oleh danrem. Usai penyerahan bantuan Danrem mengatakan kegiatan ini merupakan program Korem yang diberi nama Jumat Barokah.

”Kami memberikan dan membantu masyarakat, para warakuri dan keluarga TNI yang terdampak Covid-19. Hari ini kami juga menyapa para veteran. Insya Allah kegiatan ini akan berkelanjutan,” tandasnya dikutip dari pikiran-rakyat.com yang melansir mediacenter.riau.

Menurut danrem, veteran adalah pejuang yang harus dihargai perjuangannya. Karena itu, ia juga berupaya untuk memberikan perhatian terhadap para veteran.

”Insya Allah saya juga akan mengajak Pemda untuk memperhatikan para veteran, warakawuri dan putra-putri mereka ke depan. Yang pasti, saya akan berupaya maksimal dan semoga saya bisa berbuat yang terbaik untuk masyarakat Riau melalui peran saya sebagai Danrem 031/WB," terangnya.

Sementara, Meri anak kelima dari Syaidina Ali mengucapkan terimakasih kepada Danrem yang telah mengunjungi orang tuanya.

”Sejak 30 tahun terakhir, baru kali ini bapak dikunjungi Danrem. Kami merasa diperhatikan,” ucap Meri sembari bercerita bahwa sang ayah cukup lama bergabung dalam perjuangan kemerderkaan Indonesia. Sejak usia 19 tahun sang Ayah telah bergabung dengan TNI hingga pensiun. ”Bapak pensiun sekitar tahun 1970 dengan pangkat Koptu (Kopral Satu),” jelasnya.

Syaidina Ali juga merupakan pemegang NRP tertua dengan nomor 195092. Meri menyebut, sang Ayah juga pernah bercerita bahwa tidak mudah menjadi seorang pejuang.

”Yang paling dikenang Bapak itu saat perjuangan melawan Belanda di Bukittinggi, sekitar tahun 1950 juga melawan PKI," kisah Meri mengenang perjuangan Syaidina Ali. Meri pun berharap agar ke depan para keluarga veteran terus diperhatikan, dan tidak hanya berhenti disini saja. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Riau, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id