Dari 40 Cucu Kakeknya, Ustaz Abdul Somad Bilang Cuma Dia yang Dilarang Belajar di Sekolah Umum

Dari 40 Cucu Kakeknya, Ustaz Abdul Somad Bilang Cuma Dia yang Dilarang Belajar di Sekolah Umum

Prabowo Subianto dan Ustaz Abdul Somad pada pertemuan di tahun 2019/INTERNET

Minggu, 07 Juni 2020 12:15 WIB

JAKARTA, POTRETNEWS.com — Pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, nama Ustaz Abdul Shomad sempat mencuat ke publik. Dia digadang-gadang untuk mendampingi Prabowo Subianto kala itu.

Namun UAS, begitu panggilan populernya, memutuskan untuk tak terlibat dalam bursa calon wakil presiden di pilpres tahun itu.

Alasan penolakan itu diungkapkan UAS saat ditanya di kanal Youtube Refly Harun yang diunggah pada Sabtu, (6/6/2020). ”Yang pertama Bang Refly saya ini di antara 40 orang dari cucu kakek saya, saya dilarang untuk sekolah umum kata kakek saya, Cucuku yang satu ini mesti sekolah agama, nanti kalau umurku panjang aku yang membiayai sekolah dia, tapi kalau aku mati nanti kebun kelapa yang untuk membiayai sekolahnya," kata UAS mengisahkan pesan dari kakeknya.

Dari pesan kakeknya tersebut, UAS kemudian menceritakan perjalanan pendidikannya yang fokus ke arah keagamaan, sehingga dia lebih memutuskan untuk menjadi pengajar sekaligus pendakwah.

”Jadi memang dari dulu saya sekolahnya di madrasah, S1, S2 lanjut lagi sampai sekarang memang dalam kajian Islam, kajian agama, dan saya ingin sampai mati menjadi ustaz saja," ungkap UAS, seperti dilansir suara.com.

”Nilai diri saya hanya ketika bisa menyampaikan hadis, ayat Alquran, jadi imam di surau, itu saja cita-cita saya Bang Rafly, tidak lebih dari itu," imbuh UAS lagi.

Refly Harun menanyakan apakah dirinya tertarik dalam dunia politik, UAS memiliki jawaban tersendiri. ”Saya sampai hari ini tidak ada ikut partai Bang Rafly, karena ada seorang tokoh mengatakan ke saya 'Ustaz Somad, baju partai itu terlalu sempit untuk Ustaz’.”

Jadi saya pikir dengan bahasa yang halus, dia ingin menyampaikan biarlah saya menjadi milik semua golongan lapisan masyarakat,” pungkas UAS mengingat pesan tokoh tersebut. ***

Editor:
A Roni

Kategori : Politik
wwwwww
www.amsi.or.id