PotretNews.com Selasa 02 Juni 2020
Home >  Berita >  Hukrim

Pengakuan Istri Hakim PN Medan Jamaluddin: Dua Kali Berhubungan Intim dengan Pembunuh Suaminya di Mobil

Pengakuan Istri Hakim PN Medan Jamaluddin: Dua Kali Berhubungan Intim dengan Pembunuh Suaminya di Mobil

Zuraida Hanum.

Jum'at, 22 Mei 2020 12:51 WIB

MEDAN, POTRETNEWS.com — Sidang lanjutan kasus pembunuhan hakim Jamaluddin di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara (Sumut) kembali digelar Rabu (20/5/2020) siang.

Fakta-fakta baru terkuak saat persidangan dengan tersangka istri hakim Jamaluddin Zuraida Hanum (41). Zuraida Hanum (41) dan Jefri Pratama merupakan terdakwa dalam kasus ini.

Pada sidang sebelumnya, Hakim anggota Imanuel Tarigan mengungkapkan adanya hubungan intim antara Zuraida Hanum dengan Jefri Pratama.

Mobil dan kamar menjadi lokasi hubungan intim antara istri hakim Jamaluddin, Zuraida Hanum (41) dengan pembunuh suaminya Jefri Pratama (42).

”Dua kali kami melakukan hubungan badan di mobil, kalau sama yang di kamar kurang lebih 5 kali," jelasnya kepada Majelis Hakim Erintuah Damanik melalui sidang teleconfrence, di ruang cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, seperti dilansir tribunnews.com.

Kemudian dikembangkan oleh Majelis hakim Erintuah Damanik dengan mengatakan pernah di dalam mobil juga. "Kamu pernah berhubungan suami istri dengan Zuraida? Kamu jujur, soalnya ini di BAP kamu sudah jelas," kata Imanuel Tarigan, Jumat (15/5/2020).

Zuraida Beber Selingkuhan Suaminya
Zuraida Hanum (41) membeberkan kisah perselingkuhan dalam rumah tangganya bersama hakim Jamaluddin. Kisah itu menjadi kesaksian Zuraida dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar secara teleconference di ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (20/5/2020).

Dalam keterangannya, Zuraida mengungkapkan dua wanita yang menjadi selingkuhan hakim Jamaluddin. Ia pun menyebutkan suami dari seorang perempuan tersebut sempat menggerebek rumah Jamaluddin.

”Ada dua orang perempuan Pak, ada Rina Hayati, yang sampai digerebek oleh suaminya yang dari Padang ke Medan," beber Zuraida Hanum menjawab pertanyaan penasihat hukumnya, Onan Purba. "Setelah Rina Hanyati, siapa lagi wanita yang pernah selingkuh dengan Jamal?" cecar Onan Purba.

Zuraida pun menyebutkan nama seorang pegawai di lingkungan PN Medan, yang saat itu bertugas sebagai guru senam. "Kemarin itu dia bertugas sebagai guru senam di PN Medan," ucap Zuraida, yang langsung dipotong oleh Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik.

Hakim Erintuah mengatakan bahwa hal ini tidak perlu dipublikasikan karena tidak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan. Onan kemudian mengalihkan pertanyaannya tentang korban yang mengambil uang atas nama Zuraida di salah satu bank daerah di Aceh sebesar Rp 4 miliar.

”Ada pak, di Bank Aceh itu ada utang saya. Jadi yang dikira orang dia banyak uang, padahal itu uang saya pak, mati-matian saya membayar utang tersebut," katanya kepada Majelis hakim.

Zuraida menambahkan juga sering melihat Jamaluddin video call dengan asisten pribadinya hingga larut malam.

”Dia itu, sering video call dengan Cut, asisten pribadinya. Saya sering melihatnya," katanya. Kemudian hakim menanyakan apakah sebelum membunuh, Zuraida Hanum sempat meramukan makan malam untuk korban.

”Sebelum membunuh, kamu sempat ya menyajikan makanan untuk Jamaluddin?" tanya hakim, dan diamini oleh Zuraida. "Iya Yang Mulia, saat itu dia pulang, dan saya buatkan makanannya. Saya duduk di hadapannya sambil menunggunya makan," kata Zuraida.

Setelah mendengarkan keterangan tersebut, hakim merasa cukup dan menunda persidangan hingga Rabu (27/5/2030) pekan depan untuk agenda saksi meringankan (a de charge). Kemudian hal tersebut dibenarkan oleh Jefri dengan mengatakan, benar dirinya memperlakukan hal tersebut. ”Iya, yang mulia, pernah," tuturnya.

Kemudian diungkap Imanuel, dirinya sudah kerap sering melakukan hal tersebut. Lalu diperkuat oleh keterangan majelis hakim Erintuah yang mengatakan bahwa sempat juga melakukan hal tersebut di dalam mobil. ”Sudah ada lima kali lebih saya melakukan hubungan badan itu dengan Zuraida," pungkas Jefri. ***

Editor:
A Roni

       
        Loading...    
           
Kategori : Hukrim
Loading...
www www