Home > Berita > Umum

Semalaman Gubernur Tak Bisa Tidur karena Kecewa Bupati Loloskan 7 Orang dari Bangladesh yang Hasil Tesnya Reaktif Covid-19

Semalaman Gubernur Tak Bisa Tidur karena Kecewa Bupati Loloskan 7 Orang dari Bangladesh yang Hasil Tesnya Reaktif Covid-19

Ilustrasi/DETIKcom

Senin, 18 Mei 2020 09:23 WIB

POTRETNEWS.com — Tujuh anggota Jamaah Tabligh yang baru kembali dari Bangladesh lolos masuk ke Kabupaten Gorontalo Utara di saat daerah itu masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Sontak saja, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengaku kecewa dengan sang bupati, Indra Yasin.

”Saya tadi malam tidak bisa tidur Pak Bupati (Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, red.). Saya dapat telepon dari petugas lapangan, saya telepon Pak Bupati tidak nyambung. Jam 11 malam saya suruh susul ajudan untuk bicara dengan bupati langsung,” ucapnya saat rapat secara webinar dengan unsur forkopimda dan kepala daerah di Gorontalo, Ahad (18/5/2020), dilansir Antara.

Sebanyak tujuh orang itu masuk dari perbatasan darat di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara, Sabtu (16/5/2020) malam.

Ia mengaku tidak habis pikir bagaimana bupati mengizinkan anggota jamaah yang semua hasil tes cepat menunjukkan reaktif Covid-19 itu masuk daerah setempat.

Sebanyak tujuh anggota Jamaah Tabligh dari Bangladesh itu, lima di antaranya warga Gorontalo Utara, sedangkan dua lainnya warga Kota Gorontalo dan Boelamo. Mereka terbang dari Bangladesh masuk Jakarta dan berhenti di Manado, kemudian melalui perjalanan darat masuk Gorontalo.

Padahal, lanjutnya, bupati sebelumnya sudah tepat dengan melarang 87 warga dari Buol dan 21 ABK Sabuk Nusantara untuk masuk. ”Jadi saya mohon maaf Pak Bupati, saya agak ragu dengan pernyataan Pak Bupati yang sangat tegas melanjutkan PSBB tapi di lain sisi meloloskan tujuh orang,” katanya.

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin memohon maaf atas lolosnya tujuh warga itu. Dia mengaku sudah mengambil langkah untuk mengarantina mereka di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS).

”Memang Pak Gubernur kami mengalami kesulitan yang tujuh orang ini. Sudah dipisahkan kamarnya, mereka maunya tidur berdua. Kami sampaikan jangan entah ada ajaran apa mereka sampai tidur harus berdua,” ucap dia.

Permintaan Indra agar dua anggota jamaah lainnya dari Kota Gorontalo dan Boalemo untuk dijemput tidak disanggupi gubernur. Ia meminta tujuh orang itu tetap berada di Gorontalo Utara dan menjadi tanggung jawab pemda setempat hingga semuanya dinyatakan sehat. ***

Editor:
A Roni

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id