PotretNews.com Selasa 11 Agustus 2020
Home >  Berita >  Pekanbaru

Rumah Warga Pekanbaru yang Dapat Bansos Covid-19 Ditandai Cat Merah Bertuliskan ”Keluarga Penerima Bantuan”

Rumah Warga Pekanbaru yang Dapat Bansos Covid-19 Ditandai Cat Merah Bertuliskan ”Keluarga Penerima Bantuan”

Salah satu rumah warga yang ditandai cat merah. (ANTARA)

Rabu, 06 Mei 2020 18:24 WIB

PEKANBARU, POTRETNEWS.com — Mengantisipasi penyaluran bantuan yang tumpang-tindih, Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, memberi tanda cat merah bertuliskan "Keluarga Miskin Penerima Bantuan" pada setiap rumah warga yang menerima bantuan sosial (Bansos) pemerintah terkait pandemi Covid-19.

”Ini tanda agar tidak terjadi tumpang-tindih pemberian bansos kepada masyarakat ke depan," kata Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, di Pekanbaru, Rabu (6/5/2020).

Selanjutnya rumah bertuliskan "Keluarga Miskin Penerima Bantuan" itu akan dikoordinir oleh camat, lurah hingga RW/RT di wilayah masing-masing. Nantinya, semua warga yang menerima bantuan pemerintah apapun jenisnya, rumahnya akan diberi tulisan tersebut sehingga tidak ada lagi tumpang tindih pemberian bantuan, kata Firdaus, didampingi Waki Wali Kota Ayat Cahyadi juga saat peluncuran pemberian tanda.

Diakuinya, niat pemberian tanda tersebut sudah pernah ada dua tahun lalu namun tidak terwujud. Oleh karena itu, dengan adanya musibah wabah Covid-19 saat ini, yang ada model bantuan baru maka semuanya harus jelas dan transparan. Nantinya di bawah tulisan "Keluarga Miskin Penerima Bantuan" itu akan ada tulisan yang menjadi perbedaan penerima bansos, antara PKH, BLT, PTNP, BLT Covid-19.

Sementara itu, salah satu keluarga penerima PKHdi Jalan Inpres Gang Ikhlas 2, Kecamatan Marpoyan Damai, Sunarto (38) dan istrinya Atika (36), mengaku tidak keberatan rumahnya ditandai cat merah bertuliskan "Keluarga Miskin Penerima Bantuan PKH".

”Memang kami sudah dua tahun ini dapat bantuan PKH," kata Atika, dilansir Antara. Ia dan sang suami hidup mengandalkan bertani sayuran bayam, kangkung, sawi di lahan yang disewa.

”Penghasilan kami cukup makan, sehari bisa panen 200 ikat sayur yang dihargai Rp400-800 per ikat, itu kotor karena harus bayar sewa Rp50.000 sebulan, bayar pupuk, bibit dan sebagainya," katanya.

Atika mengaku sudah 12 tahun di Pekanbaru. Dia merantau dari Jambi dan kini sudah jadi warga KotaPekanbaru. Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota PekanbaruChairani mengatakan berdasarkan hasil verifikasi di lapangan pihaknya menemukan penurunan jumlah penerima bantuan PKH untuk Kota Pekanbaru.

”Verifikasi yang kita lakukan setiap tahun bahwa, trennya ada penurunan data PKH, dari tahun 2018 sebanyak 14.222 penerima, menjadi 13.197 di tahun 2019," sebutnya.

Lebih lanjut disampaikannya, besaran bantuan PKH yang diterima masing-masing masyarakat kurang mampu berbeda-beda. Hal tersebut tergantung kebutuhan penerima dari hasil verifikasi yang dilakukan tim di lapangan.

”Beda beda indikatornya, seperti jumlah keluarga yang bersekolah ada berapa, ada gak yang hamil, orang lanjut usia, difabel, memiliki anak bayi, dan lain sebagainya,” pungkasnya. ***

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Pekanbaru, Umum
Loading...
www www