Liku-Liku Kepulangan 13 TKI yang Memilukan; Tak Saling Kenal, Berpindah-pindah kapal kecil, Terombang-ambing 4 Hari di Tengah Laut
![]() |
Tangkapan video memperlihatkan TKI ilegal kesusahan naik ke kapal patroli yang menemukan mereka telantar di pinggir hutan bakau di perairan Asahan pada Jumat (1/5/2020) pagi. |
MEDAN, POTRETNEWS.com — Harapan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal yang mengadu nasib di Malaysia bisa pulang dengan selamat ke kampung halaman tanpa melewati ”jalur tikus” sepertinya khayalan atau takkan pernah kesampaian.
Karena hingga kini, kasus penelantaran TKI yang bekerja lewat jalur resmi masih saja terjadi. Jalan kelam kepulangan mereka sangat berliku-liku.Sebanyak 13 TKI ilegal dari Malaysia, baru saja mengalaminya. Mereka pada Jumat (1/5/2020) pagi dievakuasi tim patroli gabungan dari pinggir hutan bakau di perairan Asahan, Sumatera Utara.Terungkap, mereka terombang-ambing berhari-hari di tengah laut di kapal ikan Malaysia kemudian bermalam di hutan bakau dengan perut kosong.Kapolres Tanjung Balai, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakannya ketika ditelepon pada Sabtu (2/5/2020) pagi. Dijelaskannya, belasan TKI itu umumnya tidak saling kenal. Ada yang berangkat sendirian, ada pula yang berdua dari tempat yang berlainan.Dijelaskannya, jika normalnya dari Malaysia ke Tanjungbalai itu memakan waktu 4 jam. Tapi faktanya, harus berhari-hari di tengah laut.”Mereka ini ada yang 5 jam, ada juga yang 2 hari sampai 4 hari terombang-ambing di tengah laut di kapal ikan Malaysia,” sebutnya.Keberangkatan mereka pun, kata dia, dari Sekincan maupun Port Klang tidak bersamaan. Mereka berangkat menggunakan kapal-kapal kecil. Hingga di tengah laut atau perbatasan perairan Malaysia dan Indonesia, mereka pindah ke kapal ikan Malaysia yang ukurannya lebih besar. Selama di kapal ikan tersebut-lah para TKI tersebut dikumpulkan sembari menunggu kapal jemputan.Menurutnya ada 2 kemungkinan kenapa mereka ada yang harus berhari-hari di kapal tersebut. Pertama, karena kapal penjemput belum datang. Kedua, kapal penjemput sengaja mengumpulkan mereka semua di 1 kapal sehingga sekali menjemput jumlahnya banyak.”Jadi kenapa mereka sampai 4 hari, ini karena tak mau rugi juga orang yang jemput, hanya 1 atau 2 orang. Nunggu terkumpul. Kapal penjemput ini kapal dari Indonesia. Setelah mereka pindah ke kapal ikan Indonesia, baru lah mereka dibawa ke perairan Asahan,” ucapnya.Dikatakannya, kenapa kapal penjemput menurunkan mereka di hutan bakau, diduga karena tidak berani menyandar di pelabuhan-pelabuhan resmi. ”Takut juga mereka ditangkap. Kapal yang ketangkap kita proses hukum dan yang diproses itu pemilik kapal. Pidana kalau ketangkap," katanya.Kelaparan selama perjalanan, bermalam di hutan bakau Dijelaskannya, kondisi mereka selama di perjalanan tidak makan. Kalaupun makanan, jumlahnya sangat terbatas dan seadanya. Karena, durasi perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam waktu 4 jam, molor menjadi 2 hingga 4 hari. Putu menjelaskan, belasan TKI tersebut diturunkan di hutan bakau oleh kapal penjemput dari Indonesia pada malam hari, sehingga sempat bermalam.”Sebelum ditemukan kira-kira pukul 10.00 WIB, mereka sudah di hutan bakau itu pada malam harinya. Mereka mencari jalan keluar dari hutan bakau. Kondisinya belum makanlah," katanya.Mengenai kapal yang menjemput mereka di perbatasan dan menurunkan mereka di hutan bakau, hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan. Pasalnya, pada saat menemukan para TKI tersebut di pinggir hutan bakau, kapal tersebut sudah tidak ada di lokasi. "Masih kita selidiki kapal yang bawa TKI ke Indonesia,” imbuhnya.Diberitakan sebelumnya, video evakuasi 13 TKI dari pinggir hutan bakau di perairan Asahan tepatnya di Tanjung Sei Sembilang, Kecamatan Sei Kepayang Timur, Kabupaten Asahan ke kapal tim Patroli Sat Polair Polres Tanjung Balai dan BKO Pol Airud Polda Sumut beredar di WhatsApp pada Jumat (1/5/2020) sekitar pukul 10.30 WIB.Video tersebut berdurasi 3 menit 50 detik. Terlihat mereka kesusahan untuk pindah dari hutan bakau menuju kapal evakuasi sehingga mereka harus turun ke air sambil mengangkat barang-barang bawaan mereka.Mereka kemudian dibawa ke dermaga Sat Polair Polres Tanjungbalai kemudian disemprot cairan disinfektan.”Para TKI ini Mereka diberikan makan karena sudah 2 hari 2 malam di tengah laut dan tidak makan," katanya. Dari koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Tanjungbalai, mereka kemudian diperiksa kesehatannya di posko Gugus TUgas Covid-19 Kota Tanjung Balai di Jalan DI. Panjaitan, Kelurahan Sei Raja, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai.Diketahui, 13 TKI tersebut terdiri dari 12 orang laki-laki dan 1 perempuan, 11 orang tujuan Asahan dan 2 ke Tanjungbalai. ***Editor:
Akham Sophian

























