Home > Berita > Umum

Masya Allah, Kumandang Azan Pakai Pengeras Suara Menggema untuk Kali Pertama di Amerika

Masya Allah, Kumandang Azan Pakai Pengeras Suara Menggema untuk Kali Pertama di Amerika

Salah satu sudut Kota Minneapolis, Amerika Serikat.

Senin, 27 April 2020 08:06 WIB

POTRETNEWS.com — Ramadan 1441 Hijriah/2020 membawa berkah meski di tengah pandemi virus corona. Bagaimana tidak, untuk kali pertama dalam sejarah di Minneapolis, Amerika Serikat (AS), suara azan akan dikumandangkan melalui pengeras suara di Cedar-Riverside selama bulan Ramadan.

Ini merupakan prestasi luar biasa yang harus disyukuri oleh setiap muslim di Minneapolis. Diizinkannya azan untuk pertama kalinya dengan pengeras suara merupakan hasil kerja keras dan kerja sama antara Kota Minneapolis dan anggota komunitas Muslim.

Umat Islam di Minneapolis senang sekali karena akan mendengarkan azan yang mereka rindukan di tengah work form home (WFH) di rumah masing-masing akibat pandemi virus corona. Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey mengizinkan azan diperdengarkan.

Sementara itu Council on American-Islamic Relations (CAIR) sudah membeli peralatan pengeras suara untuk azan. Pengeras suara akan ditempatkan di Masjid Dar Al-Hijrah yang berada di Jalan South Fifth dan Cedar Avenue. Azan akan diperdengarkan secara reguler sesuai dengan shalat fardu lima kali.

Seperti dilansir dari Sahan Journal, Rabu (22/4/2020), ribuan orang di dekat masjid akan mendengar lantunan azan yang indah dan menyejukkan hati tersebut.

”Semua muslim di dunia memahami bawah suara azan bisa menenangkan dan menyejukkan hati mereka. Warga muslim di sini mendapatkan keuntungan karena memiliki kota yang ramah dan mencintai perbedaan, ini harus disyukuri," ujar Imam Masjid Dar Al-Hijrah, Sharif Mohamed yang dilansir potretnews.com dari okezone.com.

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey menambahkan, di tengah pandemi virus corona, ia berharap azan akan memberikan ketenangan dan stabilitas bagi muslim yang bersiap-siap menyambut Ramadan.

”Selama masa physical distancing, umat Islam memang wajib sholat di rumah masing-masing. Mereka tidak bisa ke masjid, oleh karena itu azan yang diperdengarkan akan membuat mereka merasa tidak sendirian dan kesepian, sejatinya mereka bersama-sama hanya beda lokasi saja," pungkas Frey. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum
wwwwww
www.amsi.or.id