PotretNews.com Sabtu 19 Oktober 2019

Kebakaran Lahan Gambut di Desa Kualapanduk Pelalawan, Permukiman Warga Diselimuti Asap Tipis

Kebakaran Lahan Gambut di Desa Kualapanduk Pelalawan, Permukiman Warga Diselimuti Asap Tipis

Petugas gabungan memadamkan api kebakaran lahan gambut di lahan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Ahad (10/3/2019)/KOMPAS.COM.

Senin, 11 Maret 2019 09:26 WIB
PANGKALANKERINCI, POTRETNEWS.com - Kebakaran lahan gambut di Desa Kualapanduk, Kecamatan Telukmeranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengeluarkan asap yang sangat tebal, Ahad (10/3/2019).Dampak kebakaran tersebut, sejumlah permukiman warga diselimuti kabut asap tipis. Kebakaran gambut saat ini terdapat di lahan milik PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS).

Api diduga berasal dari lahan masyarakat yang terbakar di Desa Pangkalanterap, sehingga menjalar ke lahan perusahaan tersebut. Upaya pemadaman api dilakukan tim gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, Manggala Agni, Damkar, masyarakat dan dibantu pihak PT SSS.

Pantauan media, petugas tampak kesulitan memadamkan api di dalam gambut. Selain cuaca panas dan angin kencang, asap juga mengepung petugas yang sedang bekerja.

Ads
Upaya pemadaman dilakukan melalui darat dan udara. Satu unit helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing. Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan, selaku Komandan Satgas Karhutla mengakui sulit memadamkan api di dalam gambut.

”Sulitnya karena gambut yang terbakar cukup dalam sekitar tiga sampai empat meter. Jadi, tanah gambut yang terbakar ini harus kami siram hingga menjadi seperti bubur. Upaya ini cukup efektif memadamkan api di dalam gambut," ungkap Kaswandi, Ahad.

Menurut dia, jika penyiraman hanya dilakukan di bagian permukaan, api di dalam gambut tidak akan padam total. Bahkan, asap semakin bertambah parah.

”Setelah kami siram dan dijadikan seperti bubur, besoknya lagi kami cek lagi. Kadang masih ada api yang kembali hidup di dalam gambut, sehingga tidak bisa kami tinggal dalam kondisi cuaca panas," kata Kaswandi.

Beberapa hari yang lalu, lanjut dia, pemadaman sudah dilakukan. Namun, lantaran cuaca panas dan angin kencang, api kembali muncul. Sementara itu, sejumlah warga mengaku, belum merasakan dampak dari kabut asap tersebut.

”Kalau dampak ke kesehatan belum ada terasa. Kalau warga yang lain enggak tahu juga. Memang sejak beberapa hari belakangan ada kabut asap, tapi enggak parah. Mungkin kabut asap dari kebakaran lahan di Desa Kuala Panduk," kata Andre (28), salah satu warga Kecamatan Telukmeranti.

Hal senada dikatakan Ria (30) warga lainnya. Dia mengatakan, kabut asap tipis mulai menyelimuti permukiman warga sejak tiga hari yang lalu.

”Dalam tiga hari ini ada nampak kabut asap. Tapi yang jelas nampak asapnya arah ke kebun dan hutan. Kalau di dalam kampung tidak begitu terlihat," ujar Ria.

Meski demikian, dia mengaku khawatir dengan kabut asap karhutla tersebut. ”Ya, khawatirlah. Karena asap gambut menggangu kesehatan. Jadi, kami berharap api cepat padam, supaya tidak terjadi lagi kabut asap kayak tahun 2015 dulu," kata dia.

Sebagaimana diketahui, upaya pemadaman api yang membakaran hutan dan lahan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, memasuki hari kelima. Api berawal dari kebakaran lahan masyarakat di Desa Pangkalanterap, kemudian menjalar ke lahan PT SSS di Desa Kualapanduk. Sementara luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar tujuh hektar. ***

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ”Kebakaran Lahan Gambut Riau, Permukiman Warga Diselimuti Asap Tipis”

Editor:
Akham Sophian

       
        Loading...    
           
Kategori : Lingkungan, Pelalawan
       
        Loading...    
           
wwwwww