SIAK,POTRETNEWS.com - Gubernur Riau terpilih Syamsuar mengatakan pembangunan bandara baru atau
Airport di Provinsi Riau masuk kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) gubernur dan wakil gubernur Riau terpilih periode 2019-2024. Volume pengunjung serta masyarakat yang menetap di Riau setiap tahunnya meningkat, menjadi salah satu alasan bandara baru perlu dibangun. "Kalau kita berbicara butuh, tentu sangat butuh. Apalagi volume pengunjung dan yang menetap di Riau setiap tahunnya makin meningkat," kata Syamsuar kepada wartawan, Jumat (28/12/2018) di Siak.
Selain itu, harapan kepala daerah (Bupati/Wali Kota) di Riau agar konsep
Aerocity bisa berjalan di Provinsi Riau juga mengharuskan adanya bandara yang luas di Riau."Contoh
Aerocity ini, seperti yang dibangun di Bandung Jawa Barat dan Kualanamu Sumatera Utara," kata Syamsuar.Karena semua pemimpin daerah berkonsep
Aerocity, maka sebelumnya seluruh kepala daerah di Riau mengusulkan ke pemerintah pusat agar dibangun bandara baru di Riau.
"Ini langsung kita sampaikan ke Menko Maritim. Dan, Pak Menteri memberitahukan ke kami, dilihat dulu hasil
fasibility studynya (FS)," kata Syamsuar.Menurut Syamsuar, pembangunan bandara baru ini juga bagian dari pengembangan massa depan transportasi di Provinsi Riau."Pembangunan ini juga sesuai dengan perkembangan zaman. Mana ada provinsi di Indonesia yang tidak punya bandara baru. Seperti contoh, Sumbar sudah ada bandara baru Minang Kabau, Sumatera Utara Kualanamu. Artinya, bandara yang luas dan besar memang diperlukan untuk mengikuti perkembangan zaman," kata Syamsuar."Dan, lokasinya tidak lagi diperkotaan. Walikota Pekanbaru juga mengakui bahwa sulit untuk mengembangkan bandara di wilayah Kota Pekanbaru. Sebab tak bisa semaunya kita untuk mengembangkan pembangunannya. Jadi Pak Walikota juga mendukung pembangunan bandara baru ini diluar kota Pekanbaru," tambah Syamsuar. ***