Napi Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru Tewas setelah secara Tak Sengaja Tertusuk Cutter

Napi Rutan Sialangbungkuk Pekanbaru Tewas setelah secara Tak Sengaja Tertusuk <i>Cutter</i>

Gambar hanya ilustrasi. (sumber: internet)

Selasa, 21 Agustus 2018 11:17 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Narapidana Rutan Sialangbungkuk Klas IIB Pekanbaru, Riau, tewas setelah tertusuk pisau di bagian perut. Kejadiannya akhir Juli lalu. Korban meninggal setelah seminggu kejadian. Kepala Rutan Sialangbungkuk Azhar membenarkan peristiwa itu. Adapun peristiwa terjadi di Blok B. Korban bernama Rizalman alias Zalman. Sedangkan pelaku bernama Tri Mayangsari.

”Iya, ada. Kejadiannya akhir bulan lalu. Korbannya meninggal 6 Agustus. Sudah kami laporkan ke Polsek Tenayanraya. Tidak ada perkelahian di sini. Hanya ketidaksengajaan,” kata Azhar, Selasa (21/8/2018).

Menurut Azhar seperti dilansir potretnews.com dari jawapos.com, kejadian bermula ketika korban dan pelaku sedang membuat bunga bonsai dari kertas koran. Untuk membuat kerajinan tangan tersebut memang menggunakan pisau cutter ukuran kecil sebagai pemotong kertas koran.

"Cutter dipakai napi (pelaku) untuk memotong kuku. Ada kawan sebelahnya (korban) habis makan. Mereka bercanda. Korban mau ambil barang di bawah kaki si pelaku. Korban memegang bahu pelaku. Pelaku refleks dan membalasnya. Tapi dia tidak sadar sedang memegang cutter," ungkapnya.

Setelah kejadian itu, petugas rutan langsung membawa korban yang tersangkut kasus curat itu ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. Korban bahkan sempat menjalani operasi kecil untuk menutup lukanya.

"Korban dibawa berobat ke RSUD. Di sana, satu minggu perawatan. Kami lapor keluarga dan polisi. Setelah habis operasi, korban meninggal," tutur Azhar.

Kasus ini langsung ditangani Polsek Tenayanraya. Polisi telah meminta keterangan pelaku yang sebelumnya terlibat kasus curas. Selain itu, polisi juga meminta kesaksian dari rekan sekamar mereka.

"Kami sudah tanya kepada kawan sekamar. Tidak ada kelahi, tidak ada dendam. Bahkan sebelum kejadian korban dan pelaku makan dan salat bersama," sebutnya.

Atas kejadian itu, pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian korban. Mereka tak ingin mempermasalahkan kejadian itu. "Keluarga korban di Sumbar, malah kasihan dengan pelaku. Mereka minta tidak usah dilaporkan ke polisi," beber Azhar.

Meski begitu, kejadian ini tetap diproses lebih lanjut oleh Polsek Tenayanraya. Sebab pelaku telah menghilangkan nyawa orang lain meski tanpa disengaja. "Walaupun ketidaksengajaan, tetap juga diperiksa. Sudah lama diperiksa. Polisi sudah ambil barang buktinya. Kemudian dilakukan rekontruksi juga," ucapnya. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Peristiwa, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id