Home > Berita > Umum

Universitas Riau: Demi Allah, Kami Bukan Teroris!

Universitas Riau: Demi Allah, Kami Bukan Teroris!

Deklarasi Antifaham Radikalisme di Gedung Rektorat Unri, Pekanbaru, Senin (4/6/2018). (foto: jawapos.com)

Senin, 04 Juni 2018 18:33 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com -Pascaditangkapnya tiga alumni yang diduga sebagai teroris oleh Densus 88 dan Polda Riau di kawasan kampus, civitas akademika Universitas Riau (Unri) menggelar deklarasi yang menyatakan bahwa, mereka bukan teroris. di depan gedung rektorat pada Senin (4/6/2018) pagi. Pada deklarasi tersebut, mereka membacakan sebuah puisi berjudul ”Kami Bukan Teroris!” yang ditulis oleh Faldhany Hidayat dan dibacakan oleh Menteri Sosial Politik, M. Hafiz Ona Hadi Putra.

Pembacaan puisi itu pun menjadi pembuka dari deklarasi yang dihadiri oleh Rektor Unri, Aras Mulyadi, Kapolda Riau, Irjen Nandang, dosen serta mahasiswa disana.

Usai pembacaan puisi, Rektor Unri, Aras Mulyadi menyampaikan ia mengutuk keras tindakan terorisme tersebut. "Kita melaksanakan suatu deklarasi, terutama dalam mengutuk tindakan terorisme yang hampir saja terjadi peledakan di dalam kampus. Menolak faham radikalisme, intoleransi dan penggunaan obat-obatan terlarang," jelasnya, dilansir potretnews.com dari jawapos.com.

Aras juga mengatakan, deklarasi ini dilangsungkan sebagai bentuk komitmen untuk menolak faham radikalisme, dan segala hal yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Adapun isi puisi tersebut sebagai berikut:

Begitu miris.
Ketika kampus dikatakan sebagai sarang teroris.
Bagaimana mungkin kami setiap hari belajar dengan idealis.
Dianggap sebagai radikalis.

Ini fitnah, ini fitnah!
Mana mungkin kami melampiaskan amarah.
Dengan cara menumpukkan darah.
Ini fitnah!

Kampus ini bukan penjahat.
Yang menciptakan pejabat menjadi jahat.
Kampus ini adalah kampus terhormat.
Yang menciptakan generasi-generasi hebat.

Kedepan, bukan tidak mungkin yang ditangkap adalah mahasiswa-mahasiswa rohis.
Karena mengaji Al-Qur'an dan hadis.
Kedepan, bukan tidak mungkin yang yang ditangkap adalah mahasiswa-mahasiswa aktivis.

Karena selalu berjuang di jalanan mengkritik pemerintah dengan kritis.
Kedepan, bukan tidak mungkin yang ditangkap adalah mahasiswa akademis.
Karena ia dianggap belajar dengan buku-buku yang dianggap penulis yang anti pancasilais.

Silahkan, silahkan kau koyak-koyak raga ini.
Kau kulit-kuliti tubuh ini.
Kau ambil jantung ini.
Sebagai bukti, kami mahasiswa Unri.
Bukan penjahat negeri!

Demi Allah dan Demi Rasulullah.
Kami bukan teroris! ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id