Home > Berita > Umum

Jadi Tradisi Ramadan Sejak 11 Tahun Lalu, Kini Mesjid Raya Pekanbaru Tak Lagi Datangkan Imam Salat Tarawih dari Palestina

Jadi Tradisi Ramadan Sejak 11 Tahun Lalu, Kini Mesjid Raya Pekanbaru Tak Lagi Datangkan Imam Salat Tarawih dari Palestina

Ilustrasi/Salat Tarawih dengan imam dari Timur Tengah, pada Ramadan sebelumnya.

Rabu, 23 Mei 2018 18:16 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Pengurus measjid Raya Pekanbaru, Provinsi Riau, tidak lagi meneruskan tradisi mendatangkan imam salat dari Palestina dan Timur Tengah pada Ramadan tahun ini. Mereka memilih memberdayakan imam mesjid lokal. "Kita memberdayakan imam yang ada," kata Wakil Sekretaris Pengurus Masjid Raya Pekanbaru, Rinaldi di Pekanbaru, Rabu (23/5/2018).

Masjid Raya Pekanbaru sebenarnya sudah memiliki imam sendiri, yang bernama Nisfu Rinaldi Sitorus Pan, yang hafiz Alquran 30 juz. Karena itu, pengurus merasa tidak masalah harus menghentikan ”impor” imam dari Palestina dan Timur Tengah yang seakan menjadi tradisi di mesjid peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura itu sejak 11 tahun lalu.

Dilansir potretnews.com dari antaranews.com, Imam Nisfu Rinaldi Sitorus Pane sendiri masih sangat muda, yakni kelahiran 24 Februari 1986 di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara.

Nisfu Sitorus adalah qori juara MTQ Nasional penghapal Alquran. Dia mulai ikut lomba hapalan Alquran dari 5 juz, 10 juz, 20 juz hingga 30 juz.

"Imam Nisfu Rinaldi ini kita berdayakan untuk imam Salat Tarawih, kita tak lagi mendatangkan dari luar. Dia juga pernah ikut dalam hapalan Alquran 30 juz tingkat internasional," katanya.

Walau tak lagi mendatangkan imam dari luar, namun kata Rinaldi, untuk bacaan salat tarawih satu malam tetap satu juz Alquran.

"Di mesjid kita ini, salat tarawihnya satu malam bacaan suratnya satu juz. Salat tarawihnya 23 rakaat bersama witir. Tata tertib Salat Tarawihnya dengan dua rakaat satu salam," katanya.

Jemaah tetap meramaikan mesjid ini walau satu malam bacaan salat tarawihnya satu juz, dan tak lagi menggunakan imam dari luar negeri. "Walau tak lagi imam dari Timur Tengah, tetap saja jemaah ramai bersalat tarawih di tempat kita," demikian Rinaldi. ***

Editor:
Akham Sophian

Kategori : Umum, Pekanbaru
wwwwww
www.amsi.or.id