PWI dan Pertamina Berkolaborasi Tingkatkan Kompetensi Wartawan, ”Media Online Harus Mampu Menjadi Sarana Informasi serta Hiburan bagi Masyarakat”

PWI dan Pertamina Berkolaborasi Tingkatkan Kompetensi Wartawan, ”Media Online Harus Mampu Menjadi Sarana Informasi serta Hiburan bagi Masyarakat”

Founder PepNews, Pepih Nugraha menyampaikan materi tentang berita yang bermutu, penting, dan menarik.

Sabtu, 12 Mei 2018 18:25 WIB
Rifal Rafigali
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Dalam upaya meningkatkan mutu dan kompetensi para wartawan, Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama PT. Pertamina (Persero) menggelar Pelatihan Fotografi Jurnalisme Online bagi Wartawan, di ruang rapat Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Provinsi Riau di Pekanbaru, Sabtu (12/5/2018). Sebanyak 35 wartawan online dan fotografer se-Kota Pekanbaru hadir dalam pelatihan ini, yang dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Riau Novrizon Burman.

Rangkaian pelatihan ini merupakan kelanjutan dari sinergi antara Kementerian BUMN dengan PWI Pusat yang diwakili Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Ketua Umum PWI Pusat Margiono, dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2018 pada 8 Februari 2018 di Padang, Sumatera Barat. Ini sebagai upaya dari peran kolaborasi BUMN meningkatkan kompetensi wartawan Indonesia.

Novrizon Burman dalam sambutannya mengatakan kegiatan pelatihan bagi wartawan adalah sebuah hal penting yang harus terus dilakukan.

Menurut dia, di era serba cepat peran wartawan sangat krusial dalam menyajikan informasi terpercaya untuk mencerahkan masyarakat.

”PWI sangat mengapresiasi langkah Pertamina yang sejalan dengan tujuan kami untuk terus mengutamakan pelatihan profesi. Keterampilan bagi wartawan harus terus diasah dengan segala upaya yang ada karena kompetensi bagi wartawan adalah hal penting untuk menjaga kredibilitas informasi yang dihasilkan,” paparnya.

Dikatakan, Pekanbaru (Riau), menjadi salah satu di antara dua kota lain yakni Magelang dan Klungkung (Bali) dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut dengan jumlah peserta mencapai 100 wartawan.

”Saat jumlah media online semakin banyak, kegiatan pelatihan semacam ini sangat tepat sebagai wadah pengembangan kreativitas para wartawan, sehingga dapat menghasilkan karya-karya jurnalistik yang bermutu, bertanggung jawab, dan sesuai perkembangan masa kini,” tandas Novrizon.

Pelatihan yang diadakan di PLUT KUMKM Provinsi Riau menghadirkan 2 narasumber yaitu Pendiri Kompasiana dan PepNews Pepih Nugraha, serta Fotografer Senior Kompas Arbain Rambey.

Kepada peserta, Pepih Nugraha menekankan pentingnya 5W1H (who, what, where, when, why, how) dalam penulisan berita. Dengan demikian, sebuah berita akan dianggap penting dan menarik. ”Bagi media online, pemilihan judul penting untuk memancing rasa penasaran,” tutur Pepih.

Pepih berpendapat, media online harus mampu menjadi sarana informasi serta hiburan bagi masyarakat khususnya para pembaca yang mudah diakses melalui internet serta media online harus bisa menjadi magnify (pembesar suara), completion (penyambung dan pelengkap) bagi media cetak dan observer (mengamati perbincangan/isu terbaru).

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/13052018/potretnewscom_jsgrq_1272.jpg
Foto bersama usai pelatihan.

Dia membeberkan, berdasarkan survei 50 persen masyarakat Indonesia menggunakan internet. Sekitar 177 juta menggunakan gawai (gadget), yang tentunya juga menggunakan media sosial.

”Melihat besarnya pengguna media sosial itu, maka, jika seseorang ingin mendirikan media online, maka tentulah harus melihat dan memahami kondisi tersebut, yaitu memperhatikan aspek-aspek media sosial," sebut Pepih seraya memberikan masukan dan pengetahuan terkait berbagai hal yang berhubungan dengan media online. Misalnya, penyajian tulisan dan teknik penyajian artikel serta judul harus menjadi perhatian.

"Seiring perkembangan teknologi, keberadaan media online menjadi bagian penting dalam kehidupan," kata dia.

Sementara, Fotografer Senior Kompas Arbain Rambey dalam paparannya menularkan pengetahuannya mengenai teknik, posisi, komposisi dan momen dari sebuah foto jurnalistik, mulai teori hingga praktik tentang jurnalisme foto.

Menurut Rambey, menghasilkan keindahan suatu foto itu tak hanya berdasar pada faktor teknologi kamera yang digunakan saja. Namun fotografer harus berani mengambil gambar tanpa perlu terlalu fokus pada pengaturan teknologi alat yang digunakan.

”Foto yang bagus itu belum tentu indah. Foto indah belum tentu bagus. Fotografer dituntut untuk mengambil gambar, jangan malas dan terlalu fokus untuk setting auto atau manual,” ujar Rambey. ***

Kategori : Pekanbaru, Umum
wwwwww
www.amsi.or.id