PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Meski sudah berkali-kali disuarakan kalangan dewan, namun lampu jalan alias PJU (penerangan jalan umum) di Kota Pekanbaru, Riau, hingga saat ini, masih banyak yang mati. Kondisi ini tentunya dipertanyakan Komisi IV DPRD Pekanbaru.
”Sudah tidak terhitung kita menyorot PJU ini. Siapa sebenarnya yang salah. Apakah pemkot belum membayar tagihan PJU, atau PLN sengaja mematikannya. Masalah ini harus terang benderang, agar masyarakat mengerti," kata Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Herwan Nasri ST, Ahad (29/4/2018).Dijelaskan Politisi Golkar ini sebagaimana dilansir
potretnews.com dari
tribunnews.com, seharusnya setelah sekian lama PJU ini bermasalah, harusnya ada perubahan ke arah perbaikan. Bukan sebaliknya.Dia mencontohkan, beberapa titik PJU yang masih banyak mati, seperti di Jalan Arifin Ahmad, Jalan Tuanku Tambusai/Nangka, Jalan Soekarno Hatta, Jalan SM Amin, Jalan Riau dan beberapa titik jalan di pemukiman warga.
Dia meminta kepada pemkot, melalui OPd terkait, untuk mendata lagi, mana saja PJU yang mati, rusak dan sebagainya. Lalu, disingkronkan dengan tagihan perbulannya. Sebab, pembayaran tagihan PJU yang diambil dari APBD Pekanbaru, selalu tinggi.Padahal, hampir setiap malam PJU banyak yang tak berfungsi. Logikanya, tidak mungkin pembayaran setiap bulan sama, atau bahkan naik dari sebelumnya.Lebih dari itu, DPRD juga meminta kepada PLN, agar menghidupkan PJU, terutama di daerah yang rawan aksi kriminalitas. Apalagi memasuki Bulan Suci Ramadan ini. "Pernyataan ini bukan statement biasa, tapi harus dipikirkan pihak terkait. Berhenti lah bermain di PJU ini. Harus ada perubahan," pintanya.Plt Kepala Dishub Pekanbaru Kendi Harahap mengaku, bahwa laporan dari masyarakat terkait adanya lampu penerangan jalan umum (PJU) di kota Pekanbaru yang padam. Pihaknya tetap melakukan pelayanan untuk lampu jalan ini.Bahkan, pihaknya segera melakukan perbaikan PJU yang rusak, secara bertahap. Bahkan, untuk jalan umum yang belum mendapatkan penerangan akan segera diprogramkan. ***
Editor:Akham Sophian