Pekanbaru Jadi Contoh Program Smart City di Indonesia

Rabu, 11 April 2018 14:18 WIB
Muhamad Maulana
pekanbaru-jadi-contoh-program-ismart-cityi-di-indonesiaPlt Wali Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi SSi menerima buku dari Kepala Seksi Penataan Kapasitas Daerah Kementerian Dalam Negeri, Winartini, di Ruangan Pekanbaru Command Center, Kamis (22/3/2018).
PEKANBARU, POTRETNEWS.com – Konsep smart city yang diterapkan Pemerintah Kota Pekanbaru (dipimpin duet Firdaus-Ayat Cahyadi) lewat berbagai sistem pelayanan online, telah menarik pemerintah pusat. Terbukti, salah satu program unggulan Kota Bertuah ini bakal menjadi role model atau percontohan nasional. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah mengirimkan surat kepada Pemkot Pekanbaru, perihal permohonan audiensi terkait perlunya pihak Kemendagri mendapat masukan dalam penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengembangan Smart City di Indonesia.

Melalui surat yang ditandatangani Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Dirjen Kemendagri, Ir Gunawan MA itu disebutkan antara lain, bahwa Kemendagri ingin mengetahui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya mengenai Program Smart Card Madani di Pemkot Pekanbaru.

Merespons surat itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi SSi langsung mendampingi Tim Ditjen Otda Kemendagri diwakili Kepala Seksi Penataan Kapasitas Daerah, Winartini, dalam audiensi tentang Smart Card Madani di Kantor Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Persandian dan Statistik Kota Pekanbaru, baru-baru ini.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/24072018/potretnewscom_3c3s8_1342.jpgKepala DPMPTSP Kota Pekanbaru Muhammad Jamil.

Pada kesempatan tersebut, plt wali Kota mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan sebuah terobosan baru. Saran dan masukan yang diberikan, menurut plt, demi tumbuh kembangnya penggunaan Kartu Smart Madani Kota Pekanbaru.

”Hari ini kita melakukan audiensi bersama pihak Ditjen Otda Kemendagri tentang pengenalan dan perkembangan Kartu Smart Madani di Kota Pekanbaru. Saran dan masukan sangat kita harapkan dalam audiensi ini dan semoga ini memberikan manfaat buat kota Pekanbaru dalam mengembangkan fungsi dari kartu smart madani ini,” papar plt wali kota.

Audiensi dibuka langsung oleh Plt Kadiskominfo Kota Pekanbaru Firmansyah Eka Putra. Turut hadir mendampingi audiensi tersebut Plt Kadishub Kota Pekanbaru Kendi Harahap, Anggota DPRD Riau Dapil Pekanbaru Mansyur Hs, dan segenap perwakilan dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Selain itu, implementasi Program Smart City bukan hanya fokus pada smart card aja tapi, Konsep Pekanbaru Smart City perlahan mulai diaplikasikan dalam sistem pelayanan di kota Pekanbaru. Salah satu yang memberikan inovasi ini adalah kecamatan Bukitraya.

Kecamatan Bukitraya yang punya 6 inovasi pada pencanangan Pekanbaru Smart City yang Madani. Dari 6 inovasi Bukitraya menampilkan 3 inovasi terdepan, 2 di antaranya sudah diterapkan sepenuhnya. Sementara satu lagi sedang menjalani proses uji publik dan segera akan diterapkan sepenuhnya. Inovasi terakhir inilah yang menjadi andalan yang benar-benar terasa pelayanan ala "Smart City". Inovasi itu adalah aplikasi sistem pelayanan administrasi terpadu (Sipadu).

Sipadu merupakan sistem pelayanan online yang ada di dikelurahan dan kecamatan di Pekanbaru. Sistem ini, menghadirkan pengurusan Administrasi yang lebih mudah bagi masyarakat lewat Sipadu, masyarakat tidak perlu datang ke kelurahan dan kecamatan untuk mendapatkan layanan. Cukup men-download aplikasi yang tersedia play store bagi pengguna ponsel pintar berbasis Android.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/24072018/potretnewscom_gcsm9_1343.jpgPelajar SMP Negeri 4 Pekanbaru ”unjuk aksi” Kartu Smart Madani.

Camat Bukitraya, Masykur Tarmizi menjelaskan, dari aplikasi ini semua persyaratan administrasi bisa diketahui oleh masyarakat. Masyarakat yang ingin mengurus berbagai keperluan juga bisa langsung upload foto ke aplikasi secara digital. Mereka lalu bisa mengirimkan langsung ke operator di kelurahan. Yang memudahkan lagi untuk aplikasi ini juga dilengkapi tanda tangan digital.

”Setelah mereka upload semua persyaratan, lalu diterima operator di kelurahan, sebagai bukti sudah diterima ada notifikasi atau pemberitahuan langsung ke ponsel mereka. Semua pengesahan baik dari lurah dan lainnya hingga tanda tangan camat masyarakat tidak perlu datang ke kantor. Bila persyaratan lengkap semua dan di tanda tangani secara digital oleh camat, aplikasi pengurusan nanti dikirim lagi kepada masyarakat dalam bentuk digital Dan mereka bisa langsung print,” kata Masykur.

Dalam inovasi ini, camat tidak khawatir kalau suatu saat bisa di palsukan karena ada tanda tangan digital. Hal itu menurutnya sudah dipikirkan sebelumnya, hingga sulit dipalsukan. ”Untuk keamanan dari dokumen,setiap layanan di lengkapi dengan barcode, termasuk surat dan nomor serinya.jadi ini lebih aman,” terangnya. (rls)

wwwwww
www.amsi.or.id