Home > Berita > Riau

Bulan Bocah Difabel yang Dapat Kursi Roda dari Presiden Jokowi Sempat Ditolak Sejumlah Sekolah di Pekanbaru

Bulan Bocah Difabel yang Dapat Kursi Roda dari Presiden Jokowi Sempat Ditolak Sejumlah Sekolah di Pekanbaru

Bulan Karunia Rudianti bersama temannya, Nayla dan Azizah (foto: detikcom)

Selasa, 20 Maret 2018 19:49 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Bulan Karunia Rudianti (10) sempat telat masuk sekolah dasar (SD) hingga usia 9 tahun. Ini karena sejumlah SD Negeri di Pekanbaru menolaknya karena difabel. Bulan adalah buah hati dari pasangan Rudi Arifin dan Purwanti yang berdomisili di Jl Flamboyan I No 19, Delima, Tampan, Pekanbaru. Bulan anak bungsu dari tiga bersaudara, kedua kakaknya yakni Bela Salsabila (19) dan Balkis Nabila (13).

BERITA TERKAIT:

. Mimpi Bocah Disabilitas Pekanbaru Punya Kursi Roda dari Presiden Jokowi Akhirnya Jadi Kenyataan…

. Siswa Difabel di Pekanbaru Tulis Surat ke Jokowi Minta Diberi Kursi Roda

Lazimnya anak-anak pada umumnya, Bulan pun menginjak pendidikan dari taman kanak-kanak (TK). Setelah umurnya cukup 7 tahun, ibundanya mencoba mendaftarkan ke sejumlah SD negeri. Dia berharap anaknya yang terlahir tanpa kedua kaki bisa ikut menimba ilmu sebagaimana anak-anak seusianya.

Karena tidak ada kekurangan apa pun dari Bulan, terkecuali tidak memiliki kedua kakinya. Matanya, normal yang artinya dia bisa melihat buku atau melihat papan tulis di depan kelas.

Pendengarannya juga normal, yang nantinya juga bisa mencerna apa yang disampaikan gurunya. Kedua tangannya juga lincah, bisa menulis sebagaimana anak-anak normal lainnya.

Namun, kondisi fisik tanpa kaki membuatnya terdepak dari sejumlah sekolah. Sekolah milik pemerintah yang ada di Pekanbaru banyak yang menolak dengan berbagai alasan. Orang tuanya nyaris putus asa melihat keadaan itu. Satu sisi, Bulan terus mendesak agar bisa bersekolah untuk menimba ilmu sebagaimana anak seusianya.

"Sempat saya leskan, karena banyak sekolah yang tak menerimanya karena kondisi anak saya cacat," tutur Purwandi, Selasa (20/3/2018), dilansir potretnews.com dari detikcom.

Siang itu Purwanti lagi menjemput anaknya pulang sekolah. Setelah dua tahun Bulan tak bisa sekolah, Tuhan sepertinya menunjukkan jalan. Purwanti akhirnya membawanya ke SDN 88 di Jl Sutomo, Sail, Pekanbaru. Sekolah yang dipimpin Eliana mau menerima Bulan pada tahun ajaran 2016 lalu. "Saya bersyukur sekolah ini mau menerimanya," kata Purwanti.

Padahal, jarak dari SDN 88 ke rumah Bulan lumayan jauh. Saban hari ibundanya atau tantenya bergantian menjemput atau mengantarkannya ke sekolah. Andai saja sekolah dekat rumahnya mau menerima keadaan Bulan, tentunya akan lebih mudah dijangkau.

Walau sempat kecewa atas sikap sejumlah sekolah yang ada, namun hal itu tidak menyurutkan kedua orang tuanya untuk menyekolahkan anaknya. Ayah Bulan, Rudi Arifin ke sehariannya menjadi dosen di Pekanbaru.

Kemauan keras Bulan yang bersekolah itu, benar-benar dia tunjukan kepada publik. Walau masuk sekolah usia 9 tahun, namun dia hanya duduk di bangku kelas I dan kelas II masing-masing satu semester. Setahun sekolah, Bulan bisa duduk di bangku kelas III.

"Bulan anaknya pinter dan percaya diri. Dia tidak terlihat minder walau menyadari akan kekurangan fisiknya," kata Kepsek SDN 88 Pekanbaru Eliana.

Kisah bocah difabel ini viral, ketika di berkirim surat lewat Instagram-nya meminta kursi roda ke Presiden Jokowi. Gayung bersambut, Jokowi pun mengirimkan kursi roda itu ke Pekanbaru. Kursi roda titipan Presiden Jokowi ini disampaikan, Kadis Kesehatan Riau, Mimi Yulianti tadi siang. Senyum terpancar dari wajah Bulan saat menerima bingkisan dari orang nomor satu di Indonesia itu. ***

Editor:
Akham Sophian

wwwwww
www.amsi.or.id