Program City Gas, Cara Pemerintah Kota Pekanbaru Kurangi Subsidi Elpiji 3 Kg
Jaringan gas di rumah warga kota.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut (kiri) bersama warga yang telah menggunakan gas rumah tangga.Tahapan pembangunan City Gas dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Pertengahan 2016 dilaksanakan "Gas In" yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru (Nonaktif) Dr H Firdaus MT, di Kecamatan Limapuluh. "Pada tahun tersebut (2016) telah dilakukan pemasangan sebanyak 3.713 sambungan rumah tangga," ungkap Ingot.Kemudian pada 2017, kembali dilakukan penyambungan jargas ke 3.000 sambungan rumah tangga. Dan tahun ini diusulkan kembali untuk pemasangan 10.000 sambungan jargas ke rumah warga di wilayah Kecamatan Sukajadi, Marpoyan Damai, dan Bukitraya."Diharapkan melalui City Gas ini masyarakat bisa mengakses energi dengan lebih mudah, lebih murah, dan lebih cerdas. Di samping itu, dengan kapasitas yang besar, maka City Gas juga diharapkan akan mendorong tumbuh kembangnya industri rumah tangga," tutur Ingot lagi.Menurut Ingot, sambungan gas ke rumah tangga lebih ekonomis dan praktis. Para ibu rumah tangga tak perlu repot-repot ke warung dan menggendong tabung gas ketika gas di rumah habis. Berbeda dengan LPG, sambungan gas langsung mengalirkan gas ke rumah-rumah.”Harga gas pun jauh lebih murah. Misalnya untuk rumah tangga, kalau keluarga biasanya beli 3 tabung LPG (liquified petroleum gas/elpiji), kan sekira Rp 50.000 per bulan. Kalau gas rumah tangga hanya Rp 30.000-35.000 per bulan. Lebih hemat 40-50 persen dan tidak perlu menenteng tabung, dan sebagainya,” urai dia. "Selain itu, sambungan gas rumah tangga aman dari bahaya kebakaran," imbuh Ingot.Tak hanya itu, pembangunan jargas juga memangkas subsidi LPG. Dengan adanya jargas mengurangi jumlah LPG yang diimpor pemerintah sebesar 20 ribu ton per tahun. Saat ini, dari kebutuhan LPG nasional sebesar 6,5 juta ton per tahun, sebanyak 4 juta ton harus diimpor dari negara lain.”Jadi banyak keuntungan dari jargas ini. Tidak hanya menguntungkan masyarakat, tapi juga membantu pemerintah menekan subsidi LPG dan impor LPG juga makin sedikit," papar Ingot.Program City Gas Membantu Masyarakat Warga yang merasakan manfaat City Gas ini mangaku sangat terbantu ketika sulitnya mendapatkan gas elpiji. Seperti warga Kecamatan Limapuluh, Ida, yang sudah menggunakan jaringan gas rumah tangga atau City Gas sejak bulan Maret tahun lalu.Menurut dia, ada keunggulan City Gas dibanding gas elpiji, di antaranya penggunaannya yang mudah, persediannya melimpah dan hemat. "Sekarang tidak perlu takut, tinggal dinyalakan saja, sudah gampang, tiap akhir bulan bayar tagihannya," ujarnya.Selain itu, setiap bulan dirinya hanya membayar sebesar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu untuk gas yang dipakainya. Kata dia, besar biaya yang dikeluarkan tergantung penggunaan gas. Hal ini dirasakannya sangat murah jika dibandingkan dengan menggunakan gas tabung."Pipanya aman, sementara untuk jaringan sampai ke dapur sudah dirancang langsung oleh ahlinya dari pertagas," tuturnya. (rls)
























