Program City Gas, Cara Pemerintah Kota Pekanbaru Kurangi Subsidi Elpiji 3 Kg

Kamis, 08 Maret 2018 22:15 WIB
Muhamad Maulana
program-city-gas-cara-pemerintah-kota-pekanbaru-kurangi-subsidi-elpiji-3-kgJaringan gas di rumah warga kota.
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia yang sedang berjalan, yakni City gas atau jaringan gas (jargas), rencananya dalam waktu dekat ini akan diterapkan secara menyeluruh di Kota Pekanbaru. Sejak tahun 2016 warga kota khususnya ibu rumah tangga di Pekanbaru telah memanfaatkan bahan bakar dari gas pipa untuk kebutuhan memasak. Keberadaan gas rumah tangga ini dirasa sangat membantu.

Pada tahap awal, yakni tahun 2016 hingga 2017 jargas hanya terpasang di Kecamatan Limapuluh. Seiring berjalan dua kecamatan lain seperti Sail dan Pekanbaru Kota tinggal diuji coba dan diresmikan.

Pemerintah pusat kembali menganggarkan pembangunan jargas di Pekanbaru. Namun akibat ABPN berkurang, sebelum kembali membangun jaringan City Gas, tahun ini pemerintah pusat terlebih dahulu membuat perencanaan agar tahun 2019 kembali memasang jaringan di tiga kecamatan lagi.

"Tahun 2019 Insya Allah akan kembali dipasang di tiga kecamatan yakni Sukajadi, Senapelan dan Marpoyandamai," kata Plt Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi.

Menurut plt wako, jargas ini sangat dibutuhkan warga Kota Pekanbaru, khususnya ibu rumah tangga, untuk itu dirinya meminta agar OPD terkait bisa terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar tahun 2019 jargas kembali diperluas di Kota Pekanbaru. Saat ini sudah masuk dalam usulan Dirjen Migas untuk di APBN 2019 tinggal persetujuan DPR-RI.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ingot Ahmad Hutasuhut menyebutkan, jargas yang kini sudah terpasang di sejumlah kecamatan merupakan sebuah terobosan menuju Smart City (kota pintar) melalui perwujudan smart energi dan smart ekonomi.

”Upaya ini mendapatkan momentum tatkala Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM memprogramkan City Gas di beberapa kota di Indonesia, salah satunya Kota Pekanbaru," katanya.

https://www.potretnews.com/assets/imgbank/25072018/potretnewscom_b6mdq_1348.jpgKepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut (kiri) bersama warga yang telah menggunakan gas rumah tangga.

Tahapan pembangunan City Gas dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Pertengahan 2016 dilaksanakan "Gas In" yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru (Nonaktif) Dr H Firdaus MT, di Kecamatan Limapuluh. "Pada tahun tersebut (2016) telah dilakukan pemasangan sebanyak 3.713 sambungan rumah tangga," ungkap Ingot.

Kemudian pada 2017, kembali dilakukan penyambungan jargas ke 3.000 sambungan rumah tangga. Dan tahun ini diusulkan kembali untuk pemasangan 10.000 sambungan jargas ke rumah warga di wilayah Kecamatan Sukajadi, Marpoyan Damai, dan Bukitraya.

"Diharapkan melalui City Gas ini masyarakat bisa mengakses energi dengan lebih mudah, lebih murah, dan lebih cerdas. Di samping itu, dengan kapasitas yang besar, maka City Gas juga diharapkan akan mendorong tumbuh kembangnya industri rumah tangga," tutur Ingot lagi.

Menurut Ingot, sambungan gas ke rumah tangga lebih ekonomis dan praktis. Para ibu rumah tangga tak perlu repot-repot ke warung dan menggendong tabung gas ketika gas di rumah habis. Berbeda dengan LPG, sambungan gas langsung mengalirkan gas ke rumah-rumah.

”Harga gas pun jauh lebih murah. Misalnya untuk rumah tangga, kalau keluarga biasanya beli 3 tabung LPG (liquified petroleum gas/elpiji), kan sekira Rp 50.000 per bulan. Kalau gas rumah tangga hanya Rp 30.000-35.000 per bulan. Lebih hemat 40-50 persen dan tidak perlu menenteng tabung, dan sebagainya,” urai dia. "Selain itu, sambungan gas rumah tangga aman dari bahaya kebakaran," imbuh Ingot.

Tak hanya itu, pembangunan jargas juga memangkas subsidi LPG. Dengan adanya jargas mengurangi jumlah LPG yang diimpor pemerintah sebesar 20 ribu ton per tahun. Saat ini, dari kebutuhan LPG nasional sebesar 6,5 juta ton per tahun, sebanyak 4 juta ton harus diimpor dari negara lain.

”Jadi banyak keuntungan dari jargas ini. Tidak hanya menguntungkan masyarakat, tapi juga membantu pemerintah menekan subsidi LPG dan impor LPG juga makin sedikit," papar Ingot.

Program City Gas Membantu Masyarakat
Warga yang merasakan manfaat City Gas ini mangaku sangat terbantu ketika sulitnya mendapatkan gas elpiji. Seperti warga Kecamatan Limapuluh, Ida, yang sudah menggunakan jaringan gas rumah tangga atau City Gas sejak bulan Maret tahun lalu.

Menurut dia, ada keunggulan City Gas dibanding gas elpiji, di antaranya penggunaannya yang mudah, persediannya melimpah dan hemat. "Sekarang tidak perlu takut, tinggal dinyalakan saja, sudah gampang, tiap akhir bulan bayar tagihannya," ujarnya.

Selain itu, setiap bulan dirinya hanya membayar sebesar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu untuk gas yang dipakainya. Kata dia, besar biaya yang dikeluarkan tergantung penggunaan gas. Hal ini dirasakannya sangat murah jika dibandingkan dengan menggunakan gas tabung.

"Pipanya aman, sementara untuk jaringan sampai ke dapur sudah dirancang langsung oleh ahlinya dari pertagas," tuturnya. (rls)

wwwwww
www.amsi.or.id