Home > Berita > Riau

Menelusuri Jejak Terduga Simpatisan ISIS yang Ditangkap di Palembang dari Kampung Halamannya di Pekanbaru

Menelusuri Jejak Terduga Simpatisan ISIS yang Ditangkap di Palembang dari Kampung Halamannya di Pekanbaru

Rumah kediaman orang tua Toni Rianda, terduga ditangkap di Palembang. (foto: jawapos.com)

Senin, 10 Juli 2017 10:10 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Nama Toni Rianda (24) mendadak menjadi pembicaraan warga Jalan Sembilang RT 05/RW 04, Gang Karet Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru, Riau. Pada Sabtu (8/7) dia baru saja ditangakap saat Polsek Gelumbang Tengah, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan razia. Dia ditangkap karena diduga menjadi bagian dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Dilansir potretnews.com dari jawapos.com, media menelusuri kampung halamannya untuk mengenali siapa dia sebenarnya. Warga Jalan Sembilang RT 05/RW 04, Gang Karet Kelurahan Limbungan mengenalinya sebagai sosok yang kurang bersosialisasi.

Ardinal (50) menyebut, Toni dikenal sebagai orang yang pendiam. Dia jarang sekali berinteraksi dengan warga Gang Karet tersebut. Menurutnya, Toni adalah seorang anak tiri dari Linda (49). Ayahnya dahulu adalah seorang tukang ojek yang mengalami kecelakaan pada saat bekerja tak jauh dari Jalan Sembilang. "Akibat kecelakaan itu orang tuanya meninggal di tempat," jelas Ardinal.

Ardinal yang kerap dipanggil Pak Uwo itu menyebut, jenjang pendidikan Toni hanyalah sampai SMP di Kecamatan Rumbai. "Setelah tamat sekolah Toni bekerja di salah satu perusahaan bubur kertas di Riau. MNamun setelah selesai kontrak, dia jarang nampak dan datang kemari," sambungnya.

Terakhir pada April 2017 lalu, Toni berada di rumah orangtua tirinya tersebut. Saat itu dia memang tak pernah keluar rumah. Hanya terlihat dari luar sedang menonton televisi.

Kecurigaan pun tak pernah tersimpan di hati mereka, sebab Toni di lingkungan tersebut dikenal baik dan masih polos seperti anak yang lain pada umumnya. "Kami sempat syok mendengar berita ini, di mana orang tuanya pun tak menyangka anak tirinya tersebut terlibat ISIS," ujarnya.

Diketahui, orang tua tiri Toni selama ini adalah seorang tukang cuci kain (pembantu) di rumah orang lain. Namun siang itu Linda tak dapat ditemui karena tidak di rumah. "Orang tuanya lagi kerja biasanya malam yang ada," kata Ardinal.

Pada Lebaran lalu, kata Ardinal, dirinya pernah bertanya kepada Linda soal kabar Toni. Lantas si ibu tiri menyebut Toni tidak bisa pulang karena baru dapat pekerjaan di Palembang.

"Kami tak menyangka. Padahal orangnya mau dinasihati. Kalau pakaiannya hanya biasa saja seperti ABG lainnya, mungkin dia diiming- imingi oleh orang lain melihat saat ini kondisi sulit," kata Ardinal.

Sementara itu, Ketua RW 04 Haji Ali mengatakan, tidak tahu secara detail terkait adanya terduga teroris yang pernah tinggal di lokasi tersebut.

Di tempat lain, Lurah Limbungan, Khairunas mengaku sudah mendapatkan informasi terkait penangkapan salah seorang warganya. "Saya dapat informasi Sabtu malam. Habis itu saya langsung ke rumahnya lihat situasi," ujar Khairunas, Ahad (9/7/2017).

Sesampainya di rumah orang tua Toni, Khairunas mendapati rumah yang terletak di Jalan Sembilang itu kosong. Beberapa tetangga yang ditanyai Khairunas juga tidak mengetahui persis keberadaan keluarga Toni.

Dari informasi yang didapatinya, bahwa Toni saat ini sedang kuliah. "Dia kan anak satu-satunya. Saya dapat infokan dia sedang kuliah. Tapi tidak tau di mananya," sebutnya.

Khairunas memastikan Toni memang warga RT 05/RW 04 Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir. Hal itu diketahuinya setelah mengecek data warga yang ada di kantornya. "Memang dia warga kami. Sudah saya pastikan," tambahnya.

Namun Khairunas tidak dapat mengetahui sejauh mana keterlibatan Toni dengan jaringan ISIS. Karena dari laporan warga lainnya, Toni beserta keluarga dikenal sangat pendiam dan tertutup. Maka dari itu ia sendiri cukup kesulitan untuk mengorek informasi mengenai keterlibatan Toni.

"Dia kan pendiam. Saya sudah tanyakan juga kepada tetangganya, bagaimana ia sehari-hari. Pergaulannya bagaimana juga tidak banyak yang tau," tutupnya.

Penangkapan Toni ini juga dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo. Bahkan penangkapan itu tengah didalaminya. "Iya. Kita sudah dapat informasi itu," kata Guntur.

Dia melanjutkan, orang-orang yang terkait dengan gerakan ekstrem seperti ISIS hampir merata tersebar di banyak provinsi. "Ini kan di setiap provinsi ada, kita sifatnya mendeteksi," imbuhnya.

Bagaimana keterlibatan warga asal Pekanbaru ini dengan ISIS dan bagaimana informasi aktifitasnya di Pekanbaru, Guntur menyebut hal tersebut masih didalami. "Saya cari tahu dulu, intinya kita tetap mengawasi. Diketahuinya pergerakan orang yang terlibat dalam kelompok seperti itu kan dari monitoring," ujarnya. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Riau, Pekanbaru, Umum, Hukrim
wwwwww
www.amsi.or.id