PotretNews.com Sabtu 19 September 2020
Home > Berita > Riau

Pemkab Inhil Ajukan Usulan Bantuan Dana Rp 100 Miliar ke Pemprov untuk Daerah Rawan Longsor

Selasa, 04 Juli 2017 12:24 WIB
Advertorial
pemkab-inhil-ajukan-usulan-bantuan-dana-rp-100-miliar-ke-pemprov-untuk-daerah-rawan-longsorIlustrasi/Bupati Indragiri Hilir HM Wardan meninjau lokasi longsor, beberapa waktu lalu.
KUALA ENOK, POTRETNEWS.com - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir telah mengusulkan bantuan dana Rp 100 miliar kepada Pemerintah Provinsi Riau, bagi mengatasi daerah rawan longsor di daerah ini.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Muhammad Wardan saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada korban tanah longsor di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanahmerah, Senin (3/7/2017).

Dalam kunjungan ini, bupati didampingi Asisten l Setda Inhil Afrizal, Kepala BPBD Yusfik, Kepala Disporapudbar Junaidi, Kepala Dinas PUPR Illiyanto, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Mukhtar T dan Ketua Komisi l DPRD Inhil Yusuf Said.

Bupati Wardan menyampaikan, memang kawasan ini kerap dilanda musibah bencana longsor, maka hal ini akan menjadi perhatian dan dicarikan solusinya oleh Pemkab Inhil. "Dari pengalaman kita sebelumnya, solusi yang tepat dari musibah tanah longsor yaitu pembangunan turap. Pemkab Inhil, telah mengusulkan ke pihak Provinsi Riau anggaran sekira 100 miliar untuk mencegah musibah tanah longsor ini," jelasnya.

Khusus wilayah Kuala Enok telah diusulkan pembangunan turap sepanjang 350 meter, diharapkan pada tahun 2018 mendatang dapat direalisasikan pembangunannya.

Bupati juga mengharapkan, warga yang terkena musibah tanah longsor agar sekiranya tidak membangun tempat tinggal ditempat tersebut. "Dinas terkait dapat melihat langsung kondisi di lapangan dan mengambil analisa guna pembangunan turap untuk wilayah Kuala Enok," harap Wardan.

Dalam kesempatan ini, bupati menyerahkan bantuan Pemkab Inhil dari dari Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial Kabupaten Inhil. (adv/diskominfo/suf)

       
        Loading...    
           
wwwwww