PotretNews.com Minggu 22 Juli 2018
Home > Berita > Siak

Diperkirakan 800 Rumah Terendam Air di Kecamatan Tualang, Wabup Siak Minta Segera Dilakukan Normalisasi Sungai Perawang dan Turunkan Lock-Arm

Diperkirakan 800 Rumah Terendam Air di Kecamatan Tualang, Wabup Siak Minta Segera Dilakukan Normalisasi Sungai Perawang dan Turunkan Lock-Arm

Wabup Siak H Alfedri (kiri) saat berada di tenda pengungsian. (foto: istimewa)

Jum'at, 16 Juni 2017 01:18 WIB
Sahril Ramadana
SIAK, POTRETNEWS.com  - Banjir yang melanda Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Rabu kemarin diperkirakan 800 rumah warga terendam air. Ada empat kampung di daerah itu yang terendam banjir, diantaranya Kampung Pinangsebatang, Kelurahan Perawang, Perawang Barat dan yang paling parah yakini Kampung Tualang.Kamis (15 /6/2017), Wakil Bupati (Wabup) Siak H Alfedri langsung meninjau hilir sungai Perawang tepatnya di Jembatan Kulim Kecamatan Tualang. Saat meninjau dia langsung meminta agar melakukan normalisasi sungai tersebut.

"Sekitar 2 KM, aliran hilir sungai Perawang yang belum di normalisasi, agar segera dilakukan. Secepatnya kita akan turunkan alat berat lock-arm, satu milik PT IKPP dan satu lagi milik Pemkab Siak," ujar wabup.

Menurut Wabup, terjadinya banjir disebabkan curah hujan yang sangat tinggi serta meluapnya air kiriman dari hulu sungai Perawang. "Memang semua daerah turun hujan pada hari Selasa kemaren, sehingga imbasnya Kecamatan Tualang tergenang, kita butuh kajian lebih lanjut dan mengupayakan agar banjir segera turun," ungkapnya.

Ads
Wabup H Alfedri mengaku sangat prihatin dengan kondisi korban banjir. Apalagi banjir kali ini lebih besar dari yang terjadi sebulan lalu. Dia berharap, agar masyarakat yang tidak terkena musibah, dapat membantu mereka yang saat ini lagi terkena musibah banjir tersebut.

"Saat ini, Pemerintah kabupaten Siak telah memasang tenda dan dapur umum untuk korban banjir ini. Kita juga memberikan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat," jelas wabup. ***

loading...
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww