PotretNews.com Selasa 19 Juni 2018
Home > Berita > Riau

Menegangkan! Lion Air dan 2 Citilink Terkatung-katung di Langit Batam, Satu Mendarat di Pekanbaru

Menegangkan! Lion Air dan 2 Citilink Terkatung-katung di Langit Batam, Satu Mendarat di Pekanbaru

Ilustrasi.

Sabtu, 27 Mei 2017 14:17 WIB
BATAM, POTRETNEWS.com - Tiga pesawat menuju Batam terkatung-katung di langit daerah tersebut karena tidak bisa mendarat di Bandara Hang Nadim. Penyebabnya hujan lebat mengguyur Batam sepanjang Jumat siang (26/5/2017) membuat jarak pandang jadi pendek. Hanya sekitar 200 meter.Pilot pesawat itu pun terpaksa menunggu cuaca cukup stabil sebelum masuk ke Bandara Hang Nadim. Namun dari tiga pesawat itu, satu terpaksa memilih divert mendarat di tempat lain yakni di Pekanbaru.

"Karena jarak pandang buruk. Untuk mendarat jarak pandang minimal 500 meter," kata General Manager Hang Nadim Batam, Suwarso, dilansir potretnews.com dari jawapos.com, Sabtu (27/5/2017).

Tiga pesawat yang sempat terkatung-katung itu yakni Lion JT 275 (Semarang-Batam) seharusnya mendarat pkl 13.50, Citilink QG 842 (Jakarta-Batam) sejatinya mendarat pkl 13.45 WIB dan Citilink QG 923 (Surabaya-Batam) mestinya mendarat 13.53 WIB. "Sekitar setengah jam kemudian sudah mendarat semuanya," ungkap Suwarso.

Ads
Sedangkan pesawat yang memilih divert ke Pekanbaru, Lion Air JT 951 dimana harusnya mendarat di Batam pukul 14.10. "Sekarang masih di sana, menunggu cuaca membaik," ujar Suwarso. Kendati hujan lebat, untuk penerbangan dari Batam ke daerah lain tidak mengalami kendala.

Di pihak lain, Kasi Datin Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman mengakui jarak pandang di Hang Nadim sangat buruk. Dari pantauan mereka hujan mengguyur Batam semenjak pukul 12.30. Curah hujan pada kisaran 20 mm per jamnya. "Berdasarkan kriteria. Hujan terjadi hari ini termasuk hujan lebat," tuturnya.

Sementara itu angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan rata-rata 10 knot dan kecepatan maksimum mencapai 18 knot. "Sebaiknya masyarakat tetap waspada," ujarnya. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

loading...
PMB Unilak 2018/2019
wwwwww