PotretNews.com Minggu 24 Juni 2018
Home > Berita > Riau

Waspada Modus Baru Penipuan Mengaku Pengurus Mesjid di Pekanbaru yang ”Mengincar” Ibu-ibu Tua untuk Diberi ”Santunan”, padahal ...

Waspada Modus Baru Penipuan Mengaku Pengurus Mesjid di Pekanbaru yang ”Mengincar” Ibu-ibu Tua untuk Diberi ”Santunan”, padahal ...

Ilustrasi.

Minggu, 21 Mei 2017 11:39 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Bu Nahariyah namanya. Perempuan ini melapor ke Polsek Senapelan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau terkait kasus penipuan yang dialaminya. Tak tanggung-tanggung, perhiasan senilai Rp21 juta lebih, raib dibawa pelaku yang mengaku bernama Nofri Wahyudi.Nahariyah tak menyangka kalau dirinya bakal jadi sasaran penipuan. Modusnya terbilang beda, yakni dengan mengaku sebagai pengurus mesjid di Kota Pekanbaru. Pria itu mengaku bernama Nofri. Adapun antara korban dan pelaku, tidak saling mengenal sama sekali.

Ceritanya begini, Nahariyah tak sengaja bertemu Nofri. Ketika itu pelaku mengaku sebagai pengurus Mesjid Arrahman, yang ditugaskan untuk membawa ibu-ibu yang bakal diberikan santunan. Korban pun termakan alibi tersebut, hingga akhirnya ikut bersama pelaku.

"Jadi di dalam perjalanan pelaku ini meminta korban membuka semua perhiasannya dengan alasan jika panitia mesjid melihat korban memakai perhiasan maka santunan tidak akan diberikan," kata Kassubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Dodi Vivino, Minggu (21/5/2017) siang, dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Ads
Lagi-lagi ibu ini termakan tipu daya pelaku. Setelah perhiasan emas diberikan, pria yang mengaku bernama Nofri tersebut lalu minta izin sebentar dengan alasan hendak memarkirkan sepeda motornya. Bisa ditebak selanjutnya, pelaku tak kunjung kembali.

"Pelakunya menghilang membawa perhiasan tersebut. Korban dirugikan sebesar Rp21.660.000 juta. Kasusnya sudah diproses oleh Polsek Senapelan," ujar Ipda Dodi Vivino.

Kasus seperti ini bisa dibilang modus baru, apalagi dengan mengait-ngaitkan atau mengaku sebagai pengurus masjid. Hendaknya masyarakat berhati-hati, atau bila perlu dipastikan terlebih dahulu kepada pihak yang terkait. ***

Editor:
Farid Mansyur

loading...
wwwwww