PotretNews.com Jum'at 14 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Begini Penampakan Jalur Lintas Selatan di Indragiri Hulu Setiap Kali Hujan yang Mengancam Kelangsungan Pendidikan

Begini Penampakan Jalur Lintas Selatan di Indragiri Hulu Setiap Kali Hujan yang Mengancam Kelangsungan Pendidikan

Kondisi jalur lintas Selatan saat ini.

Senin, 01 Mei 2017 23:18 WIB
BATANG CENAKU, POTRETNEWS.com - Hujan yang berkepanjangan mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengakibatkan sejumlah ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan di wilayah itu mengalami rusak parah.Salah satunya ruas jalur lintas Selatan yang berada di Kecamatan Batangcenaku, tepatnya di Dusun Sungaisantan, Desa Anaktalang. Akibatnya, warga kesulitan mengeluarkan hasil kebun dan pertanian mereka.

Mirisnya lagi, kerusakan ruas jalan tersebut juga sangat berdampak pada kelangsungan pendidikan di daerah itu. Setiap kali hujan, tingkat kehadiran pelajar ke sekolah jadi berkurang, bahkan sangat minim. Baik itu pelajar SDN 026 maupun SMPN 5 Batangcenaku.

"Kerusakan pada ruas jalan itu sudah berlangsung sejak 6 bulan terakhir dan semangkin hari kondisinya kian parah. Apalagi belakangan ini, curah hujan cukup tinggi dan sering dilintasi mobil pengangkut kelapa sawit yang bermuatan berat," kata warga Desa Anaktalang, Rohman Janidir SPd, Senin (1/5/2017), dilansir potretnews.com dari GoRiau.com.

Ads
Dikatakan Rohman yang juga Kepala SDN 026 Desa Anak Talang itu, kerusakan terparah pada ruas jalan itu terdapat di Dusun Sungaisantan Desa Anaktalang. Jalan itu juga merupakan jalan penghubung antara Desa Anaktalang, Desa Aurcina dan Desa Talangmulia.

"Ada lima titik kerusakan terparah disepanjang jalan ini. Jika hujan, jangankan mobil, sepeda motor saja sulit untuk melintas. Selain becek, kondisi jalan berubah menjadi lumpur. Hal itulah penyebab utama para pelajar di daerah ini minim datang ke sekolah," bebernya.

Selain pelajar, kata dia, para guru yang berdomisili diluar Desa Anaktalang juga mengalami kesulitan untuk sampai di sekolah, karena mereka harus berjalan kaki hingga 2 kilometer.

"Dengan demikian, dirinya berharap kepada pemerintah, terutama Pemprov Riau selaku pihak yang bertanggung jawab untuk dapat secepatnya melakukan perbaikan. Jika tidak, maka akan seterusnya berdampak pada kelangsungan pendidikan di daerah itu.

"Jangan biarkan kami yang terpencil ini menjadi tertinggal dan menderita akibat kondisi jalan yang hancur seperti ini," tandas Rohman.

Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada pihak perusahaan dan pengusaha kelapa sawit yang ada didaerah itu untuk dapat membantu perbaikan dan perawatan titik jalan yang rusak tersebut. Sehingga, para pelajar yang merupakan generasi penerus tidak menjadi korban. ***

Editor:
Hanafi Adrian

Kategori : Riau, Inhu, Umum, Peristiwa
wwwwww