PotretNews.com Senin 17 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Mengenal Dr Hj Hasnati SH MH Sosok Kartini Masa Kini, Wanita Cantik yang Jadi Rektor Perempuan Pertama di Riau

Mengenal Dr Hj Hasnati SH MH Sosok Kartini Masa Kini, Wanita Cantik yang Jadi Rektor Perempuan Pertama di Riau

Rektor Unilak Dr Hj Hasnati SH MH.

Jum'at, 21 April 2017 15:28 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Bersempena Hari Kartini, yang jatuh hari ini, Jumat (21/4/2017), tidak afdol kalau belum menampilkan sosok perempuan tangguh di Riau. Salah satunya Dr Hj Hasnati SH MH, Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru.Hasnati menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama di Riau yang menduduki jabatan bergengsi di dunia akademik tersebut.

Semua berkat kegigihannya dalam menuntut ilmu. Paling akhir, ia meraih gelar doktor di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 2014 silam.

Dia menuturkan, semangat dan hasrat meraih pendidikan hingga setinggi-tingginya merupakan amanah dari kedua orang tuanya, Chaidir Anwar dan Chadijah Ali (tokoh pendidikan Riau).

Ads
Selain itu, secara khusus, sang ayah berpesan bahwa pekerjaan yang paling baik bagi perempuan adalah dengan menjadi guru. Menjadi pendidik, pembimbing dan pencetak generasi bangsa yang berkualitas.

"Alhamdulillah, sebagai bakti kami kepada ayah, empat anak perempuan yakni saya serta kakak dan adik memilih jalan hidup mengabdi di lembaga pendidikan ini,” ungkapnya, belum lama ini, dilansir potretnews.com dari tribunpekanbaru.com.

Mengawali karier sebagai dosen hukum di Unilak pada 1985, Hasnati muda terus menempa diri. Ia tidak puas begitu saja dengan pencapaian yang ada. Bagi ibu seorang putra ini, ia menyadari betul, bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk pembelajar.

"Begitu pentingnya belajar sehingga Rasulullah SAW sampai bersabda ’tuntutlah ilmu dari buaian ibu hingga ke liang lahat’,” kata ibu dari seorang putra bernama Rafli Haris.

Apalagi, semangat untuk terus belajar didukung penuh oleh ibunya, yang menyarankan agar ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Maka, ketika ada kesempatan untuk terus melanjutkan kuliah, saya ambil dan berusaha maksimal. Hingga akhirnya berada pada capaian seperti ini (menduduki kursi rektor)," terang dia. Di sisi lain, Hasnati menyadari fitrahnya sebagai perempuan.

"Menurut pendapat saya, kesuksesan yang dalam berkarier bagi seorang wanita hendaknya tidak melepaskan fitrah kita sebagai ibu di dalam rumah tangga. Kita harus menyeimbangkan posisi dalam karier dan sebagai ibu rumah tangga," jelasnya.

Tentang perempuan Riau kekinian, Hasnati mengapresiasinya. Menurut wanita kelahiran Pekanbaru pada 15 Januari 1959 ini, perempuan Riau sudah banyak yang sukses dan menempati posisi strategis, baik di perusahaan maupun di pemerintahan.

Hal itu sangat dimungkinkan karena saat ini jenjang karier bagi wanita terbuka luas. Bersempena dengan peringatan Hari Kartini, 21 April, Hasnati berpesan kepada generasi muda agar jadi pembelajar, mau bekerja keras, dan pandai mengatur waktu.

"Agar kuat bertahan dan tetap berjalan lurus di tengah persaingan yang semakin ketat dan keras. Dibutuhkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Selain itu, ingatlah ridha Allah ada pada ridha orangtua. Maka berbaktilah kepada orang tua agar Allah memudahkan jalan kita menggapai cita-cita," ujar istri dari Ir Yusri MH, itu sembari berfilosofi. ***

Editor:
Muhamad Maulana

wwwwww