PotretNews.com Jum'at 14 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Setahun Mangkrak Tidak Dipakai, Bus Air Segera Beroperasi Dua Kali dalam Sepekan, tapi Bukan untuk Warga Pekanbaru

Setahun Mangkrak Tidak Dipakai, Bus Air Segera Beroperasi Dua Kali dalam Sepekan, tapi Bukan untuk Warga Pekanbaru

Bus Air Senapelan berhenti beroperasi setelah tiga bulan beroperasi. Bus ini hanya bersandar di Pelabuhan Sei Duku.

Jum'at, 07 April 2017 09:43 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Setelah lama dibiarkan mengkrak, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru akan kembali mengoperasionalkan bus air.Sebelumnya bus air bernama Senapelan ini hanya beroperasi tiga bulan saja pascadiluncurkan Kamis 29 Oktober 2015 lalu. Setelah tiga bulan beroperasi bus air yang digadang-gadangkan sebagai transportasi air yang murah dan nyaman ini kembali diparkirkan.

"Kita sudah melakukan rapat koordinasi dan membahasnya bersama dengan dinas perhubungan dan dinas pariwisata. Tahun ini bus air akan kita operasikan kembali. Untuk anggaran operasionalnya tahun ini juga sudah dianggarkan," kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Pekanbaru, Dedi Gusriadi, usai memimpin rapat dengan Dishub dan Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru di ruang kerjanya lantai 3 Kantor Wali Kota Pekanbaru, Kamis (6/4/2017), dilansir potretnews.com dari tribunpekanbaru.com.

Hanya saja, bus air ini tidak akan dioperasikan setiap hari. Dinas Perhubungan akan mengoperasikan bus air ini hanya dua kali dalam sepekan. Yakni hari sabtu dan minggu saja. Itu pun tidak untuk menjadi moda transportasi umum. Bus ini nantinya dioperasikan untuk para wisatawan dan tamu dari luar Pekanbaru yang akan menyusuri Sungai Siak. "Jadi peruntukan untuk melayani destinasi wisata di pinggiran Sungai Siak,” imbuhnya.

Saat ditanya kapan bus air tersebut akan mulai dioperasionalkan, Dedi menyerahkan sepenuhnya ke Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata. Jika tidak ada aral melintang, Senin (10/4/2017) Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata akan menggelar pertemuan dengan penggiat pariwisata di Pekanbaru untuk membicarakan hal tersebut.

"Saya minta Dishub dan Dinas Pariwisata untuk duduk bersama dengan Asita dan PHRI agar saling berkordinasi bagaimana jadwal penggunaan bus air ini untuk menunjang sektor pariwisata kita,"paparnya.

Sementara saat disinggung terkait berapa anggaran untuk operasional bus air tersebut, Dedi mengaku tidak mengetahuinya. Sebab anggaran tersebut ada di dinas teknis yakni dinas perhubungan. “Kalau anggaran saya tidak tau, langsung tanyakan ke Dishub saja,”sebutnya.

Seperti diketahui, bus Air bantuan dari Kementerian Perhubungan yang diberikan ke Pemko Pekanbaru sejak setahun belakangan ini dihentikan oprasionalnya. Saat ini bus tersebut dibiarkan bersandar di pelabuhan Sei Duku. Sebelumnya bus air ini digadang-gadangkan sebagai moda transportasi air yang murah dan nyaman.

Namun pengoprasianya tidak sesuai harapan. Pemko Pekanbaru mengklaim tidak bisa mengoprasikan bus air tersebut karena terkendala anggaran. Meski tidak beroprasi, namun Dinas Perhubungan mengklaim tetap melakukan perawatan bus air tersebut agar tidak lapuk.

"Iya tidak jalan lagi, tapi perawatannya tetap kita lakukan. Kalau bus air masih standby di Pelabuhan Sungai Duku,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Pekanbaru, Arifin Harahap, beberapa pekan lalu.

Tidak jalanya bus tersebut, akibat kurangnya minat warga Pekanbaru, khususnya yang ada diwilayah okura untuk menggunakan moda transportasi air tersebut. Warga masih memilih menggunakan jalan darat ketimpang harus berkapal dengan bus air tersebut.

Akibat sepinya penumpang, untuk oprasional bus air tersebut tidak bisa mengandalkan hasil penjualan tiket dari penumpang. Sementara disisi lain, Pemko Pekanbaru masih kesulitan anggaran untuk memberikan subsidi. "Karena ada pilihan jalan darat ke Okura, penumpang kadang sepi,"kata Arifin.

Bus Air yang diberinama Senapelan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan RI dengan anggaran sebesar Rp2,2 miliar. Bus air ini memiliki kapasitas hingga 50 penumpang dan melanayi rute seputaran Sungai Siak yakni dari Pelabuhan Sungai Duku hingga Desa Okura.

Bus Air bernama Senapelan ini memiliki spesifikasi panjangnya 15,2 meter, lebar 4 meter dan bobot kapal 31 ton dengan kecepatan 15-25 knot, mesin 2 unit x 200 pk. ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Ads
wwwwww