PotretNews.com Senin 17 Desember 2018
Home > Berita > Riau

Pengeroyokan hingga Tewas di Kafe Kawasan Siak II Pekanbaru Dipicu Kemarahan Seorang Wanita Malam kepada Pelaku karena Tak Dibayar Usai ”Begituan” lalu Lapor kepada Korban

Pengeroyokan hingga Tewas di Kafe Kawasan Siak II Pekanbaru Dipicu Kemarahan Seorang Wanita Malam kepada Pelaku karena Tak Dibayar Usai ”Begituan” lalu Lapor kepada Korban
Jum'at, 31 Maret 2017 19:46 WIB
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Arianto mengatakan, pihaknya masih mengejar empat terduga pelaku terkait tewasnya Robi di Jalan Siak II, Pekanbaru, Riau, Kamis kemarin.Tiga orang sudah diamankan di Mapolres pascakejadian. "Jadi masih ada empat orang lainnya yang masih diburu," kata Bimo Arianto, Jumat (31/3/2017), dilansir potretnews.com dari tribunpekanbaru.com.
Dikatakannya, pihaknya juga masih mendalami keterlibatan para pelaku. "Yang pastinya korban dikeroyok. Ada penikaman yang berujung tewasnya korban," papar Bimo Arianto.

Peristiwa kematian Robi menurut Bimo Arianto diduga terkait pada pembakaran empat unit kafe (tenda biru) di Jalan Siak II. Kafe tersebut hangus dilalap api pada Kamis sore.

"Diduga terkait peristiwa tewasnya korban. Namun kita masih melakukan penyelidikan," papar Bimo. Pemicu peristiwa penikaman sampai pembakaran kafe tersebut menurut Bimo adalah persoalan perempuan.

Ads
Dikatakannya, salah satu pelaku awalnya minum-minum di salah satu kafe di lokasi tersebut lalu memakai jasa seorang perempuan malam yang ada di kafe. Setelah memuaskan hasratnya, pelaku kemudian berpindah ke kafe sebelah berkumpul dengan teman-temannya yang lain.

Si perempuan kemudian melaporkan petugas pengamanan di sekitar kafe termasuk korban Robi karena pelaku tidak membayar setelah menggunakan jasanya. Korban pun mendatangi pelaku yang sudah berkumpul dengan temannya untuk menanyakan uang jasa yang tidak dibayarkan.

Saat itulah terjadi keributan sampai akhirnya korban dan dua rekannya dikeroyok oleh pelaku. Naas, korban tewas dengan luka tusuk di bagian dada. Pascaperistiwa polisi mengamankan barang bukti sebilah pisau yang diduga dipakai pelaku menghabisi korban. Baju korban yang berlumuran darah juga menjadi alat bukti dalam penyidikan. ***

Editor:
Farid Mansyur

Kategori : Riau, Pekanbaru, Umum, Hukrim
wwwwww