PotretNews.com Rabu 19 Desember 2018
Home > Berita > Umum

Begini Penampakan ”Meriam Tegak” di Kepulauan Riau dan Cerita Melegenda yang Menyertainya hingga Kini

Begini Penampakan ”Meriam Tegak” di Kepulauan Riau dan Cerita Melegenda yang Menyertainya hingga Kini

Meriam Tegak ini ada di Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. (foto: detik.com)

Sabtu, 25 Maret 2017 08:57 WIB
LINGGA, POTRETNEWS.com - Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dijuluki sebagai ”Negeri Seribu Satu Meriam”. Uniknya, traveler dapat melihat satu meriam yang berdiri tegak.Berkunjung ke Lingga, traveler dapat dengan gampang menjumpai meriam-meriam peninggalan tempo. Sekian banyak senjata perang jenis itu tersebar di Lingga, tapi terdapat satu meriam yang tersohor lantaran dianggap unik dan aneh. Posisinya tegak!

Benda kuno warisan sejarah ini mejeng di pinggir pantai dan tepian Jalan Batu Berdaun, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep. Separuh batang meriam tertancap di dalam tanah dengan posisi moncong berdiri lurus menatap langit.

Pemkab Lingga menetapkannya sebagai benda cagar budaya yang diberi nama ”Meriam Tegak”.

"Posisi meriam kan umumnya rebah. Tapi ini satu-satunya meriam dengan posisi tegak," ucap Nur (38), warga Dabo Singkep, Jumat (24/3/2017), dilansir potretnews.com dari detik.com.

Kecamatan Singkep masuk wilayah Pulau Singkep di Kepri yang memiliki rute angkutan udara perintis. Aksesnya dapat melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau, lalu mendarat di Bandara Dabo Singkep dengan waktu tempuh penerbangan selama 1,5 jam.

Kembali lagi soal meriam. Jejak keberadaan benda usang ini telah menjadi daya tarik wisatawan. Lokasinya berjarak 5 kilometer dari pusat Kota Dabo, ibu kota kecamatan, yang dapat ditempuh perjalanan 10 menit menggunakan kendaraan roda dua atau empat.

Kala melihat lebih dekat, benak menyeruak kenapa meriamnya tegak? Pertanyaan serupa kerap terlontar dari mulut pengunjung. Namun misteri ”terbenamnya” batang meriam dengan posisi tegak ini belum terpecahkan, data valid tidak menyertainya.

Asal-usul situs meriam tersebut masih menyimpan tanda tanya. Meski demikian, di balik hadirnya meriam, tersiar cerita melegenda yang turun-temurun dipercaya oleh masyarakat setempat. "Meriam ini disebut-sebut peninggalan zaman kerajaan Riau Lingga," ujar lelaki berkumis ini.

Konon, sambung Nur, kisah bermula saat terjadi perseteruan sengit antara putri kerajaan Riau Lingga dan pangeran. "Putri marah. Lalu menancapkan meriam dengan posisi tegak," ujarnya.

Dari sejumlah artikel di jagat maya, seliweran aneka versi soal kisah meriam tegak. Dituliskan bahwa separuh batang meriam terbenam di tanah ini dipicu adu kesaktian seorang pendekar perempuan dan lelaki.

Ada pula menceritakan ikhwal situs meriam ini berawal ketika seorang putri dan pangeran menguji kesaktian. Putri menancapkan meriam ke tanah, lalu menantang sang pangeran untuk mencabutnya. Namun pangeran tak berhasil mengangkat meriam yang tertancap tegak, sehingga ia memilih menghindari berduel dengan putri.

Menurut Nur, pemerintah pernah beberapa kali berupaya memindahkan meriam tegak ke lokasi aman. Tetapi dia menyebut, meriam berwana hitam ini tidak dapat dipindahkan. Bahkan, lanjut dia, kendaraan alat berat yang dikerahkan ke lokasi pun kewalahan alias menyerah. "Aneh juga, meriam ini enggak bisa dicabut," ucap Nur.

Hingga kini, letak meriam tegak tak bergeser. Pemerintah setempat tetap menjaga dan melestarikan dengan membangun lantai marmer serta memasang pagar mengelilingi meriam. Tampak kain kuning membalut batang meriam tersebut. Sungguh unik! ***

Editor:
Fanny R Sanusi

Kategori : Umum
wwwwww